JAKARTA | JacindoNews – Wacana memperpanjang kekuasaan rupanya belum pudar. Pernyataan Presiden yang akan menghormati konstitusi tapi membiarkan wacana penundaan pemilu dengan alasan demokrasi, menjadi bola liar yang baru.

Bahkan, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengklaim hasil riset big data dari 110 juta netizen menunjukkan adanya aspirasi penundaan pemilu, termasuk dari basis pemilih parpol yang jelas-jelas menolak menunda Pemilu, termasuk Partai Demokrat.

Dalih riset big data ini rupanya akal-akalan untuk mencari pembenaran, setelah klaim sebelumnya bahwa ada aspirasi masyarakat untuk menunda pemilu, dibantah oleh survei-survei lapangan secara nasional dari empat lembaga survei yang kredibel.

Bagaimana survei lapangan dan riset big data digunakan untuk memanipulasi opini publik?


Haris Chandra Bamaisyarah selaku Wakil Ketua Umum OKK Markas Besar Laskar Merah Putih yang juga sekaligus Ketua Umum GAKI mengungkapkan bahwa dirinya tidak habis pikir, Kenapa wacana memperpanjang kekuasaan masih terus dihidupkan oleh elit walaupun rakyat menolak? Bagaimana masyarakat sipil bisa bekerjasama untuk mencegah niat inkonstitusional ini?

“Lagipula 110juta netizen yang mana? Siapa yang berani menjamin bahwa klaim tersebut adalah benar bahwa Masyarakat kita benar mendukung ? Nyatanya Saya pribadi Dan termasuk kader-kader serta keluarga bahkan tetangga Saya saja menolak itu,” tambah Haris.

“Terlepas dari benar atau tidak nya klaim tersebut, manalah mungkin kita semua mau mencederai konstitusi, manalah mungkin juga kita tega untuk melupakan, bahkan melukai semangat serta perjuangan keluarga kita, abang dan kakak-kakak kita yang telah berjuang jiwa raga, bahkan berkorban untuk bisa mewujudkan nilai-nilai luhur demokrasi pada saat Reformasi 98? Jika hal tersebut terjadi, menurut saya itu adalah ketamakan dan awal dari kehancuran di Negeri kita tercinta Indonesia,” pungkas Haris Chandra Bamaisyarah. (**).

** Haris Chandra Bamaisyarah

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *