PALU | Jacindonews – Kamis (19/05/2022). Menjadi perwakilan negara di dalam sebuah konferensi internasional merupakan suatu prestasi yang membanggakan bagi para pemuda di seluruh dunia. Selain dapatkan pengalaman hebat dan pembelajaran baru, mengikuti sebuah konferensi internasional juga memberikan kesempatan bagi pemuda untuk memperluas jaringannya.

Salah satu ajang konferensi internasional yang selalu dinantikan oleh para pemuda adalah ​Asia Youth Internasional/Model United Nations (MUN) yakni simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

MUN adalah suatu ajang dimana para pemuda dari seluruh dunia dapat merasakan suasana sidang PBB secara langsung serta berkumpul, belajar mengenai diplomasi, berpendapat, dan berdiskusi untuk merumuskan solusi-solusi terbaik dalam menyelesaikan masalah-masalah global.

Setelah dua tahun terjeda oleh Pandemi Covid-19, Model United Nation kini kembali gelar Simulasi Kongres PBB, yang kali ini digelar di Dubai, setelah sebelumnya dilaksanakan di Asia.

Kader Pemuda Nasdem kota Palu.

Adalah Uni Emirat Arab yang kali ini menggelar perhelatan internasional ini di Dubai pada tanggal 27 – 31 Mei 2022. Perhelatan akbar ini digelar selama kurang lebih empat hari dengan agenda Simulasi Kongres PBB yang biasanya dihelat khusus untuk masing-masing Diplomat Negara Anggota PBB.

Proses Seleksi Calon Peserta

Proses seleksi dilaksanakan secara terbuka melalui situs resmi AYIMUN, dimana peserta diwajibkan memilih salah satu topik dan mengirimkannya kepada panitia pelaksana yakni UNGA (United Nation General Assembly).

Diketahui, UNGA atau yang biasa disebut dengan Majelis Umum PBB ini adalah organ atau badan pembuat kebijakan utama di PBB. Ia terdiri dari 193 negara anggota di mana setiap negara anggota di sini, memiliki hak suara yang sama.

Peserta kemudian diberikan pemberitahuan melalui e-mail tentang hasil seleksi. Jika lulus, peserta akan diberikan panduan belajar, serta tata tertib kegiatan. Peserta akan berperan sebagai Diplomat dari Negara masing-masing dan menyampaikan pandangan Negara yang diwakili terkait situasi Internasional. Peserta juga diberikan ruang untuk membangun koalisi dan mengajukan Mosi untuk pembahasan dalam sidang-sidang lanjutan.

Ista Nur Masithah Dari Palu, Terpilih 1 Dari 129 Peserta Dari Seluruh Dunia

“Nah, saya membaca surat UNGA yang dikirim kan kepada Ista, dalam proses seleksi, lebih 5.000 makalah berbahasa Inggris dengan topik berbeda-beda dari lebih 5.000an anak muda seluruh Dunia, diterima dan diseleksi oleh UNGA, dimana salah satu yang dinyatakan lolos adalah Ista Nur Masithah ini”, papar Yahdi Basma, Anggota DPRD Provinsi Sulteng dari Fraksi NasDem.

Ista Nur Masyithah.

Artinya, Ista Nur Masyithah, Penyintas Bencana Likuefaksi Petobo, yang 5 (lima) tahun belakangan ini aktif sebagai Wakil Ketua DPD Partai NasDem di Kota Palu, kali ini menjadi perwakilan Indonesia dalam perhelatan ini.

Kader Pemuda Nasdem kota Palu mengadakan aksi sosial.

Berangkat dari pengalaman Manajemen Krisis Kebencanaan berbasis Pelembagaan Masyarakat yang digeluti sejak bencana alam 28 September 2018 terjadi, membawanya melangkah ke Kongres Anak Muda Sedunia di lembaga politik tertinggi di dunia ini.

Ista, berusia 28 tahun, sehari-harinya beraktivitas sebagai bagian dari kolektif Komunitas Politik BANTAYA (Barisan Teman Yahdi) yang dikomandoi Yahdi Basma, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Fraksi NasDem, dikenal publik Sulawesi Tengah sebagai salah satu legislator yang turut berkecimpung aktif dan berjuang bersama korban bencana Pasigala.

Saat bersosialisasi dengan warga.

“Yaa… Paper atau Makalah yang saya angkat, itu anggel-nya adalah pengalaman saya sepanjang tahun 2018 pasca bencana bulan September, hingga momen sebelum saya kirim paper tersebut pada medio tahun 2021 ke Panitia PBB yakni UNGA. Isinya ringkas-padat penuh dengan langkah-langkah pelembagaan masyarakat, bentuk Forum-forum Korban Bencana yang kami lakukan bersama Kaka Yahdi Basma dkk Bantaya di Palu-Sigi-Donggala, mulai saat kami keliling dari tenda ke tenda shelter pengungsian, hingga rapat-rapat Pansus Bencana Pasigala yang Yahdi pimpin di DPRD, terima demo sekian kali dari korban bencana, hingga proses litigasi kasus hukumnya ketika ia “diseret” ke Pengadilan Negeri Palu, semua saya rekam jelas dan point nya saya tuangkan jadi paper/makalah berbahasa Inggris dengan judul, Manajemen Krisis Kebencanaan Berbasis Pelembagaan Masyarakat”, ujar Ista ke redaksi.

“Harapan kami, Pemerintah Daerah dan sejumlah Tokoh Sulawesi Tengah, bisa melihat ini sebagai upaya anak-anak muda Sulteng untuk maju dan siap mengemban misi memajukan daerah. Juga sebagai inspirasi dan spirit bagi anak-anak milenial Palu dan Sulteng lainnya. Ista ini kelahiran Oktober 1993, anak milenial Palu, Perempuan Kaili yang progresif. Di usianya yang 28 tahun, ia sudah wakili Indonesia ke ajang dunia”, tambah Agus Laturupa, salah satu aktivis pemuda di Besusu, yang juga sahabatnya di komunitas politik BANTAYA Palu. (CR – Abay)

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *