Photo: Bagus Taradipa, Bardata, Jalih Pitoeng
JAKARTA | JacindoNews.com – Mengawali langkah perjuangan para putra Betawi dalam menegakan supremasi dan legitimasi untuk menciptakan penegakan hukum tanpa pandang bulu, sehingga menghasilkan kesatuan dan persatuan di negeri Indonesia tercinta, Lembaga Bantuan Hukum Jalih Pitoeng ziarahi makam para orang tua dan jawara Betawi di TPU Karet Bivak Jakarta.
Sebagai langkah awal perjuangan di tanah Betawi yang sedari awal telah dijaga oleh para pendahulu kita, maka dengan niat yang tulus LBH Jalih Pitoeng membulatkan tekad untuk tetap menjaga Betawi agar tidak terpecah-belah.
Oleh karena itu, kita mengajak seluruh elemen masyarakat Betawi agar lebih peduli untuk mencintai tanah Betawi sebagai tuan rumah di kampung sendiri.
Adapun yang di Ziarahi diantaranya adalah makam Haji AD. Taradipa yaitu ayah dari ketua LBH Jalih Pitoeng, Bagus Taradipa dan Makam M. Yusuf Muhi alias Bang Ucu Kambing ayah dari Bardata.
Bagus Taradipa mengungkapkan maksud tujuan ziarah ke Karet Bivak, Jakarta Pusat.
“Ziarah ke makam orang tua kita ini adalah sebagai pengingat bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini,” ungkap Bagus, Jum’at (08/05/2026).
“Sebagaimana firman Allah ‘Qullu Nafsin Dza’iqotul maut’ bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati,” Bagus Taradipa menegaskan.
“Inilah yang menjadi pedoman bagi kami warga Betawi, agar menjauhi sikap sombong karena setiap manusia pasti akan mati, ketentuan inilah yang menjadi landasan kami berbuat selama niat kita baik, kita tidak akan gentar apalagi lari dari tanggung jawab,” lanjut Bagus menegaskan.
Dalam kesempatan tersebut, pada awak media, Bagus Taradipa juga mengharapkan agar para generasi muda Betawi untuk dapat menjaga harkat dan martabat sebagai tuan rumah ditanah Betawi.
“Sebagai penerus para pejuang Betawi, kami dari LBH JALIH PITOENG berharap agar generasi muda Betawi lebih berperan aktif dalam mengangkat marwah dan martabat serta budaya betawi,” pinta penuh harap.
Selain Bagus Taradipa, ketua umum Yayasan Perjuangan Rakyat Jalih Pitoeng, mengatakan bahwa ziarah tersebut merupakan sebuah penghormatan terhadap para leluhur dan jawara serta ulama sekaligus para pejuang Betawi.
“Kita hadir disini, selain berdo’a, menghormati sekaligus sebagai pengingat serta pembakar semangat dalam perjuangan kita guna membela kepentingan masyarakat Betawi khususnya rakyat kecil,” kata Jalih Pitoeng menegaskan.
Ditanya terkait lahan di Bongkaran Tanah Abang yang sempat berpolemik antara Menteri Perumahan Maruara Sirait dan Hercules, Jalih Pitoeng mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung program pemerintah dalam hal ini kementerian perumahan.
“Kita sangat mendukung program pemerintah dalam rangka menjalankan undang-undang yaitu memberikan kesejahteraan rakyat,” kata Jalih Pitoeng.
“Apalagi rumah merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” imbuhnya.
Didesak langkah apa yang akan diambil dalam polemik tersebut, dirinya mengatakan bahwa negara tidak boleh kalah dengan apapun.
“Hunian vertikal dalam hal ini Rumah Susun, merupakan salah satu strategi mengurangi intensitas dan mobilitas kemacetan Jakarta. Oleh karena itu kita Jalih Pitoeng Centre sangat mendukung program pemerintah yang sangat mulia dan bermanfaat ini,” ungkapnya.
“Kebetulan hari ini Bang Ara (Maruara Sirait) masih di luar negeri. Insya Allah dalam waktu dekat akan ada perkembangan yang baik terhadap rencana pembangunan Rumah Susun tersebut,” kata Jalih Pitoeng.
“Pastinya, negara tidak boleh kalah dengan apapun dan siapapun,” lanjut Jalih Pitoeng.
“Apalagi ini sebuah perencanaan proyek penyediaan ribuan rumah bagi rakyat yang sangat membutuhkan sebagai kebutuhan dasar hidup manusia,” pungkas Jalih Pitoeng menandaskan.
