JAKARTA | JacindoNews.com – Pentingnya kesadaran akan perlunya membangun kebersamaan dalam sebuah perjuangan, ketua umum yayasan Perjuangan Rakyat Jalih Pitoeng (Jalih Pitoeng Centre) menyambangi saung Bang Napi.
Kehadiran Jalih Pitoeng di saung IKJ (Ikatan Keluarga Jawara) sebagai salah satu langkah untuk menjahit dan merajut hubungan sesama para pejuang di tanah Betawi.
Menurut Jalih Pitoeng, membangun sinergitas dan menumbuh kembangkan solidaritas yang solid adalah suatu yang tak bisa dipisahkan dari sebuah konsep perjuangan rakyat.
Duduk dan musyawarah bersama dalam menyamakan visi, misi dan persepsi mutlak harus dilakukan guna tercapainya tujuan yang mulia yaitu membangun tanah betawi yang lebih maju, bermartabat dan kesejahteraan secara distributif.
“Kita tidak bisa berjuang sendirian,” ungkap Jalih Pitoeng, Senin (11/05/2026).
“Karena perjuangan yang kami rancang secara konsepsional ini sangat berat dan masih sangat panjang,” sambung Jalih Pitoeng.
“Kemaren baru sampai fase pembersihan lapangan kalo di dunia property kita menyebutnya Land Clearing,” imbuhnya.
Pendiri sekaligus ketua umum FORMASI (Forum Aliansi Masyarakat Anti Korupsi) ini juga mengatakan bahwa ditangkapnya Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta atas kasus mega korupsi, hanyalah untuk buka gerbang saja.
“Pengungkapan kasus mega korupsi dan ditangkapnya mantan kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta pada 2025 lalu hanyalah sebagai pintu gerbang untuk memperbaiki segalanya di tanah Betawi,” Jalih Pitoeng mengingatkan.
“Sehingga masih sangat banyak beban dan kewajiban serta tanggung jawab moral yang kita emban demi rakyat kebanyakan khususnya kaum Betawi,” katanya.
“Oleh karena itu kita membutuhkan kerjasama dan sama-sama kerja dalam memperjuangkan, menata dan membangun tanah Betawi,” sambung Jalih Pitoeng.
“Jadi kesatuan dan persatuan sesama anak Betawi dalam perjuangan demi kemajuan Betawi merupakan modal awal yang harus dilakukan demi tercapainya tujuan yang mulia,” Jalih Pitoeng menegaskan.
Harapan dan cita-cita yang selama ini diperjuangkan oleh Jalih Pitoeng demi kemaslahatan para pelaku seni dan budaya bukan lah impian kosong.
Karena ternyata ketua umum Ikatan Keluarga Jawara, Bang Napi sangat menyambut baik tentang konsep perjuangan Jalih Pitoeng.
“Kite sangat mendukung apa yang tadi dipaparkan oleh bang Jalih Pitoeng,” kata bang Napi.
“Karena kita memang butuh orang yang memiliki keberanian untuk itu,” sambungnya.
“Apalagi ini demi kebaikan dan kemajuan saudara-saudara kita para guru-guru silat, pelaku seni budaya Betawi,” lanjut bang Napi menegaskan.
Dalam silaturahmi yang tidak direncanakan tersebut, ketua umum IKJ Bang Napi juga memaparkan tentang keberadaan IKJ.
“IKJ ini adalah wadah silaturahmi para jawara, guru-guru silat, pemerhati dan para pelaku budaya Betawi,” ujar Bang Napi.
Ditanya apakah IKJ berafiliasi pada partai politik tertentu, Bang Napi mengatakan bahwa IKJ tidak berafiliasi pada partai politik manapun.
“Kita tidak berafiliasi pada partai politik manapun,” jawabnya.
“Kita membuka diri kepada siapapun untuk bergabung,” sambungnya.
“Bahkan bukan cuma jawara aja. Tapi siapapun yang peduli terhadap pengembangan budaya Betawi, mari kita berjuang bersama,” ajaknya.
Diakhir pertemuan singkat sore itu, Jalih Pitoeng yang lebih dikenal sebagai sosok aktivisnya juga memaparkan secara singkat tentang Master Plan nya mengenai arah perjuangan demi kemajuan dan kesejahteraan kaum Betawi.
“Intinya, kita mengajak untuk berjuang bersama-sama demi kemajuan dan kesejahteraan kaum Betawi khususnya para pelaku seni budaya termasuk usulan rancangan perubahan Anggaran Belanja Daerah,” pungkasnya menandaskan.(JNews)
