Bang Jalih Pitoeng & KH. Slamet Ma’arif
JAKARTA, Jacindonews – Ramainya informasi tentang kesediaan rakyat dan umat islam yang akan hadir mendukung Aksi Bela Islam 25 Maret didepan Istana, Persaudaraan Alumni 212 meminta kepada seluruh ribuan peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban dan memenuhi standar protokol kesehatan.
Ketua Umum PA 212 KH. Slamet Ma’arif mengharapkan agar peserta aksi tetap menjaga ketertiban dan memenuhi protokol kesehatan.
“Kita mohon agar seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban dan Prokes” kata ketua umum PA 212 KH. Slamet Ma’arif saat dihubungi, Kamis (24/03/2022).
Selain dirinya, koordinator Aksi Ustadz Very Kustanto juga menitik beratkan kepada para peserta aksi untuk menjaga kebersihan dan lingkungan.
“Kami berharap pada aksi besok agar bisa menjaga kebersihan dan lingkungan” ungkap Very Kustanto.
“Selain menjaga ketertiban dan kebersihan serta lingkungan, kami mohon agar seluruh peserta aksi juga bisa menjaga diri dan kelompok serta rombongannya” pinta Very.
Sementara ketua presidium Aliansi Selamatkan Indonesia (ASELI) mengharapkan agar aksi besar-besar 25 Maret didepan istana, meminta kepada seluruh pimpinan ormas untuk mengkoordinir peserta yang dibawa bersama rombongan masing-masing. Baik dari Jabodetabek maupun dari berbagai daerah lainnya.
“Seluruh ormas, LSM, komunitas serta kelompok yang tergabung dalam Aksi Bela Islam besok, kita minta agar mengorganisir serta melakukan koordinasi yang komunikatif dan koordinatif guna menjaga kekompakan, ketertiban dan kebersihan” pinta Jalih Pitoeng.
Ditanya apakah jumlah massa yang akan hadir mencapai ribuan, dirinya menjawab bisa jadi lebih.
“Bisa jadi lebih. Bahkan bisa puluhan atau ratusan ribu. Karena ini adalah aksi puncak dari berbagai aksi selama ini yang menuntut ditegakannya hukum dan keadilan” sambung Jalih Pitoeng.
“Ini adalah sebuah kelambanan pihak kepolisian dalam merespon reaksi masyarakat khususnya umat islam yang menuntut agar menteri agama Yaqut Cholil Qoumas segera ditangkap dan diproses secara hukum. Termasuk para penista agama yang lainnya. Terutama para buzzer-buzzer yang selama ini telah merusak tatanan keharmonisan hidup beragama” Jalih Pitoeng melanjutkan.
Jalih Pitoeng juga menyampaikan bahwa banyak dari umat non muslim yang akan hadir mendukung Aksi Bela Islam 25 Maret didepan istana.
“Kami dari ASELI sudah banyak mendapat dukungan baik dari ormas dan komunitas yang tergabung dalam konsep perjuangan ASELI maupun dari kelompok-kelompok umat lain” Jalih Pitoeng menjelaskan.
“Mereka sangat kecewa dengan statment menteri agama yang telah menciptakan kegaduhan nasional. Dan mereka telah mengkonfirmasi akan hadir dan mendukung aksi besok” papar Jalih Pitoeng.
“Dan ini merupaka kekecewaan secara simplikatif dari umat non muslim yang merindukan kerukunan hidup dalam berbangsa dan bernegara seperti masa-masa pemerintahan sebelymnya” pungkas Jalih Pitoeng. (LI)
