JAKARTA | JacindoNews – Senin (09/02/2026), merupakan hari bersejarah bagi Indonesia,khusunya bagi pers Indonesia, karena merayakan hari Pers Nasional ke 80 tahun. Angka 80 tahun bukan usia yang mudah dalam mempertahankan eksistensi Pers Indonesia untuk kancah nasional maupun internasional.

Sejarah dimulai pada abad ke-19 dengan kemunculan surat kabar pertama, “Soerabaijasch Handelsblad” (1831) di Surabaya, yang berbahasa Belanda. Namun, pers nasional Indonesia mulai berkembang pada awal abad ke-20 dengan terbitnya surat kabar seperti “Soeloeh Kaoem Moeda” (1900) dan “Medan Prijaji” (1907).

Pers pada masa perjuangan kemerdekaan memainkan peran penting dalam menyebarkan ide-ide nasionalisme dan perjuangan melawan penjajahan. Surat kabar seperti “Soerabaja Post” (1912) dan “Harian Rakjat” (1945) menjadi media penting bagi pergerakan kemerdekaan. Pers menjadi corong menyuarakan suara rakyat Indonesia untuk meraih kemerdekaan melalui surat kabar (koran) cetak pada saat itu.

Dari masa perjuangan meraih kemerdekaan hingga setelahnya, pers Indonesia terus berkembang dengan munculnya berbagai surat kabar dan majalah. Perkembangan Industri Pers mulai menyedot tenaga kerja bukan saja sebagai jurnalis yang membuat berita, namun juga personil-personil lainnya seperti desainer grafis, fotografer, operator mesin cetak, loper koran dan majalah serta masih banyak lagi.

Seiring berjalan waktu, dari masa peralihan Orde Lama ke pada masa Orde Baru, pers Indonesia sempat mengalami pengekangan kebebasan pers. Namun keberanian para insan jurnalistik Indonesia menyuarakan berita mengenai kebenaran dan keadilan tidak pernah tidur, terus bergulir dan bergema di seluruh Indonesia.

Baru pada era Reformasi, kebebasan pers mulai ditegakkan, dan pers Indonesia menjadi lebih bebas dan beragam.

Hari ini, pers Indonesia terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan menjadi salah satu pilar demokrasi di Indonesia.

Hari Pers Nasional 2026 diperingati hari ini, 9 Februari, dengan tema “Pers Merdeka, Demokrasi Bermartabat”. Peringatan ini bertepatan dengan hari lahir Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 1946 dan ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional melalui Keputusan Presiden RI No. 5 Tahun 1985.

Puncak perayaan HPN 2026 akan digelar di Kota Medan, Sumatera Utara, dan Banten, dengan berbagai kegiatan seperti seminar, diskusi nasional, dan penghargaan jurnalistik. Tema ini menekankan peran pers dalam menjaga demokrasi, menyuarakan kebenaran, dan beradaptasi di era digital.

Dalam peringatan ini, pers diharapkan dapat menjadi lebih profesional, adaptif, dan beretika, serta mampu memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai jurnalistik. Pers juga diharapkan dapat menjadi pengawas kekuasaan, penyambung suara rakyat, dan ruang diskusi publik yang sehat.

Selamat Hari Pers Nasional 2026! (**).

** Jayanu Nyunting (JacindoNews.com / DBS)

By Admin

error: Content is protected !!