JAKARTA | JacindoNews – Memasuki hari ketiga penyerangan rezim Israel-Amerika terhadap Iran sejak hari Sabtu (28/02/2026), pemerintah Republik Islam Iran melalui Kedubes nya di Indonesia memberikan keterangan pers kepada media, Senin sore (02/03/2026), bertempat di rumah dinas Kedubes Republik Islam Iran, Menteng, Jakarta.
Dalam keterangan kepada media, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi menerangkan situasi terakhir Iran dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah Republik Islam Iran pasca kematian pemimpin besar Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat-Israel pada 28 Februari 2026.
“Israel-Amerika Serikat melakukan propaganda media-media yang berafiliasi dengan mereka. Seperti diketahui bahwa rezim Israel- Amerika Serikat telah melakukan serangan ke negara kami, 28 Februari 2026. Serangan dilancarkan terhadap berbagai tempat sipil seperti Rumah Sakit, sekolahan dan berbagai tempat lainnya menjadi sasaran. Banyak korban yang adalah masyarakat biasa masyarakat sipil yang tidak berdosa dan sedang menjalan ibadah puasa di bulan ramadhan ini, ” jelasnya.
“Serangan ini banyak memakan masyarakat yang tidak berdosa, ratusan anak-anak di usia sekolah dasar menjadi korban. Juga mereka (Rezim Israel-Amerika Serikat- red) menyerang kantor pemerintah. Sampai saat ini lebih dari 500 orang masyarakat sipil menjadi korban penyerangan tersebut.”

Mohammad Boroujerdi juga menyinggung bahwa penyerangan ini terbukti melanggar dari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. “Tentu saja penyerangan ini melanggar pasal 2, pasal 4 dan pasal 51 dari Piagam PBB. Agresi ini sudah terang-terangan terhadap negara kami. Tentu saja juga diatur dalam Piagam PBB tersebut, kami bisa membela diri. Kami melakukan penyerangan kepada tempat pangkalan militer dari Israel-Amerika Serikat yang telah melakukan penyerangan pertama kali ke negara kami. Kami melakukan pembalasan terhadap negara-negara basis militer yang merupakan tempat dimana penyerangan ini berasal, ” jelasnya.
“Sekali lagi saya tekankan ini bertentangan berbagi hukum internasional dan Piagam PBB,” tegasnya.
Ketika ditanya mengenai propaganda di media Amerika Serikat mengenai munculnya tanggapan dari keturunan Shah Iran, Reza Pahlavi, yang memberikan statemen bahwa saatnya rakyat Iran kembali kepada pemerintah yang stabil bagi masyarakat Iran, pemerintah Republik Islam Iran menyatakan bahwa tokoh tersebut tidak begitu diakui oleh warga Iran.”Seperti diketahui, ketika jatuhnya pemerintahan Shah Iran, Amerika Serikat juga turut membantu pemerintah kami sehingga menjadi Republik Islam Iran. Tentunya sangat tidak mendukung pemerintah Republik Islam Iran. Banyak warga Iran yang turun ke jalan, justru mendukung pemerintah Rep Iran dan perjuangan saat ini,” pungkas Boroujerdi.
“Kami memberikan apresiasi kepada semua masyarakat Indonesia yang mendukung kepada langkah yang serius diambil oleh pemerintah Republik Islam Iran. Saya berharap media di Indonesia selalu berdiri berdampingan serta menyatakan kebenaran untuk menciptakan opiki publik. Marilah kita semua menjadi media yang berorientasi kepada kebenaran,”harap nya. (Jn).
