JAKARTA | JacindoNews.com – Pasca ditangkapnya kepala Badan Gizi Nasional, hampir semua mata terbelalak menyaksikan pemberitaan di berbagai media.

Baik elektronik, cetak maupun media online. Terlebih media sosial yang merebak keseluruhan warga masyarakat pemegang handphone di seluruh tanah air.

Pendiri sekaligus ketua umum FORMASI, Jalih Pitoeng mengapresiasi pihak kejaksaan yang saat ini sedang menunjukan taring, keberanian serta keseriusannya mendukung Asta Cita Prabowo terutama dalam hal pemberantasan korupsi.

“Kami dari Forum Aliansi Masyarakat Anti Korupsi atau FORMASI sangat mengapresiasi kinerja Kejaksaan Agung yang telah menunjukan komitmennya dalam mendukung pemerintah dalam hal pemberantasan korupsi,” kata Jalih Pitoeng, Selasa (9/6/2026).

“Oleh karena itu, kami minta kepada pihak Kejagung agar memeriksa juga seluruh para pelaku korupsi baik ke atas maupun ke bawah. Terutama pada operator MBG yang nakal,” sambung nya menegaskan.

Saat ditanya apa yang dimaksud pemain nakal ke atas dan ke bawah, sosok aktivis Betawi yang pernah membongkar kasus korupsi ratusan miliar di dinas kebudayaan DKI Jakarta ini menjawab dengan gamblang.

“Ke atas, bisa aja ada pihak yang mendesign kebijakan sehingga mantan kepala BGN yang kini ditangkap jadi sedemikian jahat dan serakahnya,” jawab Jalih Pitoeng.

“Demikian juga ke bawah. Kepada operator langsung, yang diduga kuat banyak oknum memiliki dan atau mengelola dapur MBG,” tambahnya menjelaskan.

“Padahal, bukan itu yang dimaksud pak Prabowo dalam program peningkatan gizi masyarakat khususnya bagi anak usia sekolah,” Jalih Pitoeng menandaskan.

Disamping mengecam adanya beberapa oknum pejabat publik yang diduga bermain nakal, Jalih Pitoeng juga mengatakan bahwa perbuatan mereka lebih bengis dari Dracula.

“Anda pernah baca surat Al Ma’un, merekalah golongan para pendusta agama,” Jalih Pitoeng melempar tanya seraya mengingatkan.

“Dan mereka lebih bengis dari Dracula karena memakan hak rakyat miskin demi menumpuk harta yang bukan haknya” tegas Jalih Pitoeng pedas.

Menurut Jalih Pitoeng, dirinya sangat menyadari tentang keterbatasan personil Adiyaksa. Akan tetapi karena ini adalah kasus yang sangat luar biasa, maka penanganannya pun harus luar biasa.

“Ini kan kasus kejahatan luar biasa. Maka penanganannya pun harus luar biasa. Kan kejagung punya infrastruktur seperti Kejari pada tiap-tiap kabupaten kota,” harapnya.

Selain itu, Jalih Pitoeng juga mengutarakan bahwa dirinya melalui beberapa organisasi yang dipimpinnya, menyatakan siap mengawal jalannya program MBG.

“Kami FORMASI akan mengawal program MBG ini demi kelancaran sekaligus menghindari terjadinya kecurangan akibat penyalahgunaan wewenang,” ungkap Jalih Pitoeng.

“Bahkan kami dari LBH Jalih Pitoeng siap memberi bantuan advokasi bagi para pihak yang merasa dirugikan akibat oknum-oknum nakal yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya menegaskan.(JNews)

By Editor

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!