IMG 20260521 WA0072

JAKARTA | JacindoNews – Berkembangnya sistem keamanan Siber yang berintegrasi dengan berbagai aspek pengguna device atau perangkat baik hardware maupun software, dibutuhkan solusi monitoring keamanan siber yang terpusat, efisien dan sederhana.

Dengan memperkuat visibilitas, monitoring dan respons ancaman siber secara terpusat dapat di tangani dengan cepat, sehingga sistem IT di setiap device yang dipakai oleh setiap aspek pengguna teknologi.

PT. FPT Metrodata Indonesia (FMI), salah satu anak usaha dari PT. Metrodata Electronics, Tbk., yang berfokus pada layanan dan solusi keamanan siber, pada hari Kamis (21/05/2026), pukul 13.30 WIB, bertempat di hotel Shangri-La Indonesia, bekerjasama dengan Hawlett Packard /HP Indonesia meluncurkan SecBox, untuk memperkuat operasi keamanan digital secara lebih sederhana, terpusat dan efisien.

SecBox yang diluncurkan oleh FMI juga berkolaborasi dengan PT. Mitra Integrasi Informatika (MII), merupakan entitas solusi dan integrasi teknologi Metrodata, yang berperan sebagai solution enabler dan integrator teknologi. Sinergi ekosistem Metrodata menghadirkan solusi keamanan digital melalui kekuatan kapabilitas business unit dan strategic partner.

HP mendukung kolaborasi SecBox melalui HP Wolf Security dengan menghadirkan kemampuan perlindungan endpoint yang dirancang untuk memperkuat ketahanan siber pada perangkat yang digunakan karyawan sehari-hari. HP Wolf Security mengusung pendekatan menyeluruh, dimulai dari lapisan hardware hingga software dan services untuk membantu mengurangi beban alert serta upaya remediasi bagi tim IT, sekaligus meningkatkan ketahanan siber yang lebih luas dan efektif. Kontribusi ini sejalan dengan komitmen HP dalam memperkuat keamanan untuk masa depan dunia kerja (Future of Work), dengan membantu organisasi melindungi perangkat dan data agar tim dapat bekerja dengan lebih aman dan percaya diri.

Peluncuran SecBox dilakukan di tengah meningkatnya ancaman siber serta kebutuhan organisasi terhadap sistem keamanan yang lebih proaktif dan terintegrasi. Bahkan, hanya dalam periode Januari hingga pertengahan April tahun ini saja, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah mencatat lebih dari 1,52 miliar insiden siber di Indonesia. Disisi lain, banyak perusahaan masih menghadapi tantangan dalam mengelola berbagai tools keamanan yang berjalan secara terpisah, keterbatasan sumber daya keamanan siber, hingga tingginya biaya untuk membangun Security Operations Center (SOC) secara mandiri.

SecBox hadir melalui pendekatan unified security operations dengan mengintegrasikan berbagai kapabilitas keamanan dalam satu platform terpusat, mulai dari Endpoint Detection and Response (EDR), SIEM/XDR, threat monitoring, log analytics, hingga layanan Security Operations Center (SOC) monitoring 24×7.

Alexander Kuntoro, President Director at Mitra Integrasi Informatika (Metrodata Group), dalam sambutan nya mengatakan, “Kolaborasi teknik informatika kerjasama MII dengan HP Indonesia untuk memperkuat ketahanan siber pada perangkat yang digunakan para pengguna IT. Sekuriti keamanan tools bagi masyarakat Indonesia sangat diperlukan untuk ketahanan siber yang lebih luas untuk dunia kerja khusus nya IT di Indonesia, ” ujarnya.

Juliana Cen, Presiden Direktur Hewlett-Packard (HP) Indonesia menjelaskan singkat mengenai Sejarah HP dan pengembangan teknologi HP di dunia. Salah satu yang dijelaskan mengenai SecBox bersama HP Indonesia. “HP mendukung kolaborasi SecBox melalui HP Wolf Security mempunyai kemampuan perlindungan endpoint yang dirancang memperkuat ketahanan siber. Keamanan siber kini menjadi prioritas penting bagi organisasi dk berbagai skala, terutama seiring muncul nya ancaman berbasis AI yang membuat serangan semakin cepat, bahkan ada yang sulit dideteksi. Penggiat bisnis harus memiliki tools khusus untuk mengelola keamanan siber secara mandiri. Melalui kolaborasi PT. FPT Metrodata Indonesia dan Mitra Integrasi Informatika, HP Indonesia menghadirkan solusi perlindungan endpoint yang lebih kuat, diakses dengan mudah, dan lebih sederhana sehingga dapat dikelola oleh pemilik usaha di Indonesia. Perusahaan bisa lebih resilien menghadapi ancaman siber,” jelasnya.

Edwin Putraoetama Octosa, Presiden Direktur PT. FPT Metrodata Indonesia mengatakan, “Di era transformasi digital yang terus berkembang, khususnya di Indonesia, diperlukan keseimbangan serta kesiapan keamanan siber yang memadai. Masih kita lihat bahwa banyak organisasi masih menghadapi tantangan dari sisi biaya, sumber daya, serta kompleksitas implementasi keamanan. Melalui peluncuran SecBox, bisa membangun kepercayaan bahwa setiap organisasi di Indonesia dari skala apapun yang menunjang keamanan digital, ” pungkas nya.

Dirancang dengan arsitektur yang fleksibel dan efisien, SecBox memungkinkan implementasi yang lebih cepat dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta tingkat kematangan keamanan masing-masing organisasi pengguna SecBox. Solusi ini juga mendukung kepatuhan terhadap Undang- undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) melalui monitoring dan pengelolaan keamanan yang lebih terpusat. (Ril/jn).

Admin

By Admin

error: Content is protected !!