IMG 20230525 WA0042

JAKARTA | Jacindonews – Bamus Betawi dan Bamus 82 yang disebut wadah berhimpun masyarakat Betawi, harus memiliki sikap yang positif dan obyektif dalam menyikapi lahirnya Majelis Adat Kaum Betawi.

Majelis Adat Kaum Betawi merupakan sebuah organisasi yang baru dilahirkan dan dibentuk, dan baru akan melakukan Kongres dalam waktu dekat yang rencana diadakan tanggal 9 Juni 2023. Berdirinya Majelis Adat Kaum Betawi pasti punya niatan untuk melestarikan, menjaga, dan mengembangkan adat istiadat dan kebudayaan serta kesenian Betawi. Hal ini sangat penting dalam menjaga identitas dan warisan budaya yang kaya dari suku Betawi.

Bamus Betawi dan Bamus 82 saya harapkan harus menyambut baik dan lapang dada dari kehadiran Majelis Adat Kaum Betawi, karena berbagai alasan dengan nilai kepositifan dan serta kekuarangannya:

Pertama, keberadaan majelis ini memberikan wadah formal untuk membahas dan mengambil keputusan terkait dengan adat istiadat Betawi. Dalam majelis ini, anggota dapat berdiskusi, saling berbagi pengetahuan, dan bekerja sama untuk mempromosikan kebudayaan Betawi.

Kedua, Majelis Adat Kaum Betawi diharapkan akan memberikan peran yang lebih terstruktur dan terorganisir dalam melestarikan budaya Betawi.

Mereka mesti dapat mengatur kegiatan-kegiatan budaya seperti upacara adat, pertunjukan seni, dan festival atau yang lainnya yang terkait dengan Budaya dan Seni Betawi berkarakter dan berintegritas sesuai dengan etimologi yang dibangun oleh para sesepuh masyarakat Betawi. Dengan demikian, budaya Betawi, kesenian Betawi dapat dijaga dan diwariskan dengan lebih baik kepada generasi muda.

Selain itu, harapan saya sebagai seorang seniman yang lahir di Jakarta (Betawi), majelis ini juga harus dapat menjadi wadah untuk menjaga persatuan dan solidaritas antara masyarakat Betawi terkhusus dari Bamus Betawi dan Bamus 82. Melalui kerjasama dalam majelis, orang-orang Betawi dapat memperkuat hubungan sosial dan membangun komunitas yang lebih kuat.

Bamus Betawi atau Bamus 82 juga mesti menyadari bahwa perubahan zaman dan arus globalisasi dapat membawa pengaruh pada budaya tradisional. Dengan adanya Majelis Adat Kaum Betawi, mereka harus dapat menghadapi tantangan tersebut dan mencari cara-cara untuk menjaga relevansi dan keberlanjutan budaya Betawi dalam konteks modern yang tidak melulu melestarikan atau mengembangkan namun harus meroket eksistensinya.

Secara keseluruhan, sikap Bamus Betawi serta Bamus 82 terhadap lahirnya Majelis Adat Kaum Betawi adalah positif dan harus diapresiasi kelahirannya. Karena saya melihat majelis ini sebagai sarana penting dalam melestarikan, menjaga, dan mengembangkan, dan terdepan tentang kebudayaan Betawi, kesenian Betawi serta memperkuat persatuan masyarakat Betawi.

Bamus Betawi dan Bamus 82 merupakan sebuah lembaga adat yang mewakili suku Betawi dari masing-masing Ormas pendukung di dalamnya dan Majelis Adat Kaum Betawi adalah organisasi adat yang berperan dalam menjaga dan melestarikan adat dan budaya serta kesenian Betawi. Lahirnya Majelis Adat Kaum Betawi tentu menjadi hal yang penting bagi Bamus Betawi dan Bamus 82. Berikut adalah beberapa cara Bamus Betawi dan Bamus 82 dapat menyikapi lahirnya Majelis Adat Kaum Betawi:

  1. Mendukung dan terlibat secara aktif: Bamus Betawi dan Bamus 82 dapat memberikan dukungan penuh terhadap lahirnya Majelis Adat Kaum Betawi dengan menjadi bagian dari organisasi tersebut. Dengan terlibat secara aktif, Bamus Betawi dan Bamus 82 harus dapat berkontribusi dalam pembentukan kebijakan dan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan adat dan budaya, kesenian Betawi.
  2. Memperkuat peran dan fungsi Majelis Adat: Bamus Betawi dan Bamus 82 dapat bekerja sama dengan Majelis Adat Kaum Betawi untuk memperkuat peran dan fungsi organisasi tersebut. Misalnya, dengan memberikan saran dan masukan mengenai strategi pelestarian adat dan budaya serta kesenian Betawi, serta mendukung kegiatan-kegiatan yang diinisiasi oleh Majelis Adat Kaum Betawi.
  3. Melestarikan tradisi dan kearifan lokal: Bamus Betawi dan Bamus 82 dapat bekerja sama dengan Majelis Adat Kaum Betawi dalam upaya melestarikan tradisi dan kearifan lokal suku Betawi.

Mereka dapat mengadakan kegiatan-kegiatan seperti pementasan seni tradisional, festival budaya, lokakarya, dan kegiatan lainnya yang bertujuan untuk melestarikan dan mengenalkan adat dan budaya Betawi kepada generasi muda dan masyarakat umum dengan kemasan estetika namun tidak meninggalkan etika dan moral.

  1. Menggalang kerjasama dengan pihak terkait: Bamus Betawi dan Bamus 82 dapat menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat lainnya untuk mendukung upaya pelestarian adat dan budaya, kesenian Betawi yang dilakukan oleh Majelis Adat Kaum Betawi. Kerjasama ini dapat meliputi penyelenggaraan acara, pengembangan program edukasi, penelitian secara akademisi, dan sebagainya.
  2. Mengintegrasikan adat dan budaya, kesenian Betawi dalam kehidupan sehari-hari: Bamus Betawi dan Bamus 82 harus dapat mengajak masyarakat Betawi untuk lebih mengenal, memahami, dan menghargai adat dan budaya mereka sendiri. Ini bisa dilakukan dengan mengadakan sosialisasi, pelatihan, dan kampanye yang bertujuan untuk memperkuat identitas budaya Betawi dan menjadikannya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Betawi.

Dengan cara-cara di atas, Bamus Betawi dan Bamus 82 dapat memberikan dukungan dan kontribusi yang positif terhadap Majelis Adat Kaum Betawi dalam upaya pelestarian adat dan budaya Betawi.

Bamus Betawi dan Bamus 82, sebagai kelompok masyarakat yang memiliki kekayaan budaya dan tradisi Betawi, tentu akan menyikapi lahirnya Majelis Adat Kaum Betawi dengan penuh antusiasme dan tanggung jawab bukan menjadi sebuah perpecahan karena kearogansian orang per orang yang sementara bisa diindikasikan ada kepentingan yang mengakar pada kelompok dan golongan, jauhi hal tersbut yang bisa mengkikis persaudaraan, kebersamaan, persatuan dan kesatuan masyarakat Betawi.

Majelis Adat Kaum Betawi merupakan lembaga yang bertugas melestarikan, memelihara, dan mengembangkan membuat eksistensi adat dan budaya, kesenian Betawi, sehingga menjadi suatu langkah yang penting bagi kelangsungan warisan budaya Betawi di tengah perkembangan zaman yang terus diganggung oleh arus globalisasi perongrongan dan pengikisan budaya bangsa ini terkhusus budaya Betawi dan hal itu ada misi sebagian orang-orang yang mau mengusai peradaban dunia hanya di tangan seseorang yang manganggap dia adalah penggenggam Dunia beserta isinya.

Dalam menyikapi lahirnya Majelis Adat Kaum Betawi, Bamus Betawi dan Bamus 82 diharapkan dapat berperan sebagai mitra yang aktif dalam mendukung dan menjaga integritas serta eksistensi majelis tersebut.
Berikut beberapa langkah yang saya sarankan, mungkin mesti diambil oleh Bamus Betawi dan Bamus 82

  1. Mengakui dan mendukung Majelis Adat Kaum Betawi: Bamus Betawi dan Bamus 82 dapat secara resmi mengakui dan mendukung keberadaan Majelis Adat Kaum Betawi sebagai wadah yang sah untuk melestarikan dan mengembangkan dan meroketnya adat, budaya dan kesenian Betawi. Ini dapat dilakukan dengan mengadakan pertemuan resmi atau pembicaraan dengan perwakilan majelis untuk menyampaikan dukungan mereka.
  2. Memberikan dukungan moril: Bamus Betawi dan Bamus 82 dapat memberikan dukungan moril kepada Majelis Adat Kaum Betawi untuk membantu dalam porsi penambahan ide, gagasan konsep yang utuh, mengakar pada adat istiadat masyarakat Betawi untuk mengaktualisasikan kegiatan yang dilakukan oleh majelis tersebut.

Dukungan ini dapat berupa sumbansih kreatif hingga Majelis Adat Kaum Betawi menjadi laboratorium dan etalase kesenian dan kebudayaan asli Betawi yang digunakan untuk pengembangan program-program kebudayaan Betawi. Jelas dibutuhkan orang-orang kreatif disetiap bidangnya sebagai dewan pakar yang mumpuni sesuai kapabelitas masing-masing atau sesuai disiplin ilmunya.

  1. Mengikutsertakan anggota dalam kegiatan Majelis Adat Kaum Betawi: Bamus Betawi dan Bamus 82 dapat mendorong anggotanya untuk aktif terlibat dalam kegiatan dan program yang diadakan oleh Majelis Adat Kaum Betawi. Hal ini akan membantu memperkuat keterkaitan antara Bamus Betawi, Bamus 82 dengan majelis, serta memastikan partisipasi yang aktif dalam menjaga dan mengembangkan budaya Betawi.
  2. Mengorganisir kegiatan bersama: Bamus Betawi dan Bamus 82 dapat mengadakan kegiatan bersama dengan Majelis Adat Kaum Betawi untuk memperkuat hubungan dan kolaborasi antara keduanya. Misalnya, mengadakan seminar, lokakarya, atau pertunjukan seni yang melibatkan anggota Bamus Betawi dan anggota Majelis Adat Kaum Betawi.
  3. Meningkatkan kesadaran publik: Bamus Betawi dan Bamus 82 dapat berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran publik mengenai keberadaan dan peran Majelis Adat Kaum Betawi. Ini dapat dilakukan melalui kegiatan promosi, seperti penyuluhan atau kampanye yang mengedukasi masyarakat mengenai adat dan budaya Betawi serta pentingnya menjaga dan melestarikannya demi meroket atau menjulangnya eksistensi Betawi dari segala bidang.

Melalui langkah-langkah tersebut, Bamus Betawi dan Bamus 82 dapat berperan penting dalam mendukung dan memperkuat Majelis Adat Kaum Betawi dalam menjalankan tugasnya dalam melestarikan dan mengembangkan adat dan budaya Betawi. Kolaborasi yang baik antara Bamus Betawi, Bamus 82 dan Majelis Adat Kaum Betawi akan membawa dampak positif dalam bagian penting

Bamus Betawi dan Bamus 82 adalah organisasi adat yang mewakili masyarakat Betawi di Indonesia. Majelis Adat Kaum Betawi adalah lembaga adat yang bertujuan untuk memelihara dan melestarikan adat dan budaya masyarakat Betawi.

Sebagai anggota masyarakat Betawi, Bamus Betawi dan Bamus 82 tentu akan menyikapi lahirnya Majelis Adat Kaum Betawi dengan antusiasme dan perhatian yang besar. Lahirnya Majelis Adat Kaum Betawi merupakan sebuah langkah penting dalam melestarikan dan mempromosikan adat dan budaya Betawi.

Organisasi ini dapat menjadi wadah bagi masyarakat Betawi untuk menjaga tradisi, mengadakan acara adat, dan memperkuat identitas budaya mereka. Bamus Betawi dan Bamus 82 dapat berperan aktif dalam mendukung dan berkolaborasi dengan Majelis Adat Kaum Betawi untuk mencapai tujuan bersama.

Dalam menyikapi lahirnya Majelis Adat Kaum Betawi, Bamus Betawi dan Bamus 82 dapat dan bisa melakukan beberapa langkah:

  1. Memberikan dukungan: Bamus Betawi dan Bamus 82 dapat memberikan dukungan penuh kepada Majelis Adat Kaum Betawi dengan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan mereka, baik dalam bentuk pengorganisasian, atau partisipasi langsung.
  2. Mempromosikan kegiatan: Bamus Betawi dan Bamus 82 dapat menggunakan platformnya untuk mempromosikan kegiatan dan acara yang diselenggarakan oleh Majelis Adat Kaum Betawi, sehingga dapat menjangkau lebih banyak masyarakat Betawi dan orang-orang yang tertarik dengan budaya Betawi.
  3. Mengadakan kerja sama: Bamus Betawi dan Bamus 82 dapat menjalin kerja sama yang erat dengan Majelis Adat Kaum Betawi untuk mengembangkan program-program yang memperkuat dan melestarikan adat dan budaya Betawi. Misalnya, mereka dapat mengadakan lokakarya, pelatihan, atau diskusi mengenai adat dan budaya Betawi.
  4. Mendorong partisipasi masyarakat: Bamus Betawi dan Bamus 82 dapat mengajak masyarakat Betawi untuk aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh Majelis Adat Kaum Betawi. Hal ini dapat dilakukan melalui sosialisasi, kampanye, atau kegiatan penggerakkan partisipasi masyarakat.
  5. Menjaga komunikasi yang baik: Bamus Betawi dan Bamus 82 dan Majelis Adat Kaum Betawi perlu menjaga komunikasi yang baik dan saling mendukung satu sama lain. Dengan berkomunikasi secara terbuka, mereka dapat saling berbagi ide, pengalaman, dan saran untuk memperkuat peran Majelis Adat Kaum Betawi dalam melestarikan adat dan budaya Betawi.

Melalui langkah-langkah tersebut, Bamus Betawi dan Bamus 82 dapat secara positif menyikapi lahirnya Majelis Adat Kaum Betawi dan bekerja sama untuk melestarikan dan mempromosikan adat dan budaya Betawi kepada generasi yang akan datang.
Demikian tulisan ini tiada kepentingan apa-apa terlebih punya pretensi atau obsesi yang mengakar pada diri penulis. Penulis hanya prihatin dan miris setelah banyak komentar-komentar yang buat penulis miring ke kanan atau miring ke kiri. Seolah-olah adalah “pertengkaran” yang tiada muara. Penulis mengharapkan “Jangan mengangkat batang kayu yang sudah lama terendam.” (**).

**Tanjung Duren Utara, 24 Mei 2023
Herman Yahya (Seniman/Penulis/Sutradara).

Admin

By Admin

error: Content is protected !!