IMG 20261105 WA0023

JAKARTA | JacindoNews – Luar biasa langkah-langkah pengungkapan kejahatan besar penyadapan Istana terkhusus Presiden Prabowo dan lintas pribadi lainnya yang ditengarai cukup banyak korban terdampak oleh jajaran Polri dibawah Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto yang tentu saja secara sangat extra hati-hati, senyap dan akurat mengingatkan sedikit kesamaan saat pergantian Kapolri yang dipercayakan padanya oleh Presiden dan DPR.

Berbagai kemungkinan tentu akan dianalisis oleh tim penyidik agar arah motivasi dan tujuan para pelaku dapat di sinkronisasi tidak saja secara komprehensif antara temuan fakta dan pengakuan para tersangka, tetapi juga secara high profesional intelejen mampu menemukan jaringan konspirasi bawah tanahnya, bila terdeteksi.

Tidak dapat dipungkiri begitu banyak kalangan terhenyak termasuk tokoh-tokoh nasional seperti mantan presiden SBY yang menulis pendapatnya pada media sosial pribadinya, “Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita”, selain tentunya mereka yang mengetahui dirinya turut menjadi korban penyadapan tersebut.

Dilain sisi Presiden melalui Kapolri dapat melakukan investigasi pula pada data sadapan yang barangkali juga berguna untuk mengetahui selain siapa saja yang menerima distribusi hasil penyadapan tetapi apa isi penyadapan terkait mereka yang disadap terkhusus yang berada dalam lingkaran dalam pemerintahan, sehingga pembersihan Istana dari anasir-anasir penghianat lebih cepat diselesaikan.

Sebab sekian pejabat tinggi negara sampai melakukan perbuatan tidak patut, tidak beretika semacam ini pasti bukanlah sekedar konsumsi pribadi mereka dan oleh sebab itu sangat beralasan bahwa sadapan itu adalah sebuah transaksional tingkat tinggi untuk sebagaimana dikatakan oleh penyidik atau pemerintah bahwa ada upaya pelumpuhan kekuasaan Presiden Prabowo Subianto. (**).

**Adian Radiatus (pengamat sosial dan politik). 

Admin

By Admin

error: Content is protected !!