JOGJA | JacindoNews – Sabtu (07/11/2026). Film Black Coffee menjadi salah satu karya Indonesia yang menarik perhatian dalam ajang Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2026. Disutradarai sekaligus ditulis oleh Jeremias Nyangoen, film produksi Heart Pictures ini terinspirasi dari kisah nyata pasangan tunanetra yang menjalani kehidupan sebagai petani kopi di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah. Dibintangi Reza Rahadian, Sha Ine Febriyanti, dan Asmara Abigail, film ini mengangkat kehidupan sederhana yang menyimpan perjuangan besar tentang cinta, keluarga, dan kemandirian.
Cerita berpusat pada Onot (Reza Rahadian) dan Rabiah (Sha Ine Febriyanti), pasangan suami istri tunanetra yang mampu mengelola rumah tangga sekaligus perkebunan kopi secara mandiri. Setelah bertahun-tahun menantikan kehadiran seorang anak, kebahagiaan akhirnya datang ketika Rabiah hamil di usia yang tidak lagi muda. Namun, kehamilan tersebut justru menghadirkan kecemasan bagi Onot, terutama mengenai keselamatan istrinya dan kemungkinan anak mereka terlahir dengan kondisi serupa. Di tengah berbagai ujian, keduanya harus menghadapi kenyataan bahwa membangun keluarga membutuhkan keberanian, kepercayaan, dan pengorbanan.
Menariknya, Jeremias Nyangoen menghabiskan sekitar 12 tahun melakukan riset untuk mengembangkan cerita ini. Film tersebut juga mengeksplorasi kekayaan budaya masyarakat Gayo, kehidupan petani kopi, serta tradisi lokal seperti Didong. Proses pengambilan gambar dilakukan di kawasan Aceh Tengah dan Bener Meriah dengan melibatkan masyarakat setempat. Black Coffee berdurasi 124 menit dan terpilih dalam kompetisi utama JAFF 2026. Tidak hanya menjadi drama keluarga, film ini juga membawa kehidupan dan budaya masyarakat Gayo ke panggung perfilman Asia melalui sebuah kisah kemanusiaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. (Ril/).
