JAKARTA | JacindoNews – Base Entertainment kembali menggebrak industri film horor Tanah Air dengan mengumumkan proyek terbaru berjudul “Paket Santet”. Pressscrening film “Paket Santet” diadakan pada hari Selasa (18/08/2026) di CGV Grand Indonesia, Jakarta.
Film yang dijadwalkan tayang pada 27 Agustus mendatang ini mencoba menggabungkan mitologi tradisional dengan kebiasaan modern masyarakat Indonesia, yakni berbelanja online dan menerima paket setiap hari.
Produser Base Entertainment, Shanty Harmayn, mengungkapkan bahwa film ini merupakan komitmen berkelanjutan mereka dalam mengeksplorasi genre horor. Setelah sukses dengan beberapa judul sebelumnya, Paket Santet hadir dengan angle yang segar dan berbeda.
Kami selalu berusaha menampilkan cerita yang baru, segar, dan relevan. Ide ini awalnya datang dari Dinna Jasanti,” ujar Shanty .
Sutradara Dinna Jasanti pun mengakui bahwa ide ini diperkuat oleh tren mistis di media sosial. “Ketakutan itu muncul dari banyak hal; ketakutan akan kehilangan, ketakutan dari masalah keluarga, atau persahabatan. Eksplorasinya sangat menantang karena ini film horor pertama saya,” ungkap Dinna.
Di film perdananya ini, Dinna didukung oleh tim kreatif dan kru berpengalaman. Ia mencoba melakukan eksperimen dengan memadukan unsur drama yang kuat ke dalam horor.
“Saya mencoba memadukan drama yang kental dengan horor. Ada ruang eksplorasi yang belum pernah dilakukan, seperti elemen ‘tawon’ atau bagaimana paket itu jatuh, yang sempat membuat kru kaget karena keunikannya,” jelasnya.
Relasi antara kehidupan sehari-hari dengan horor ini dirasa sangat dekat oleh Dinna, terutama saat ia mendengar teriakan kurir di depan rumah.
Yasamin Jasem, pemeran utama bernama Bela, mengaku film ini kita harus menjaga sikap dan tutur kata kepada seseorang, agar tidak terjadi apa. Dirinya juga sangat terkesan atas perannya dalam film tersebut.
“Film ini juga memberikan pesan agar kita selalu menjaga sikap dan tutur kata kita agar tidak menyinggung orang lain dikemudian hari,” kata Yasamin.
Sementara itu, aktor Fadly Faisal menceritakan pengalamannya selama proses syuting. Ia mengaku sangat menikmati dinamika di lokasi syuting dan berusaha memberikan performa terbaik demi menjaga kerahasiaan plot film.
“Pas scene bareng teman-teman, kita harus benar-benar menjaga agar tidak ada spoiler. Saya berusaha enjoy the moment di setiap adegan, jadi seperti ‘bunglon’ yang harus menyesuaikan diri dengan situasi,” kata Fadly.
Fatih Unru yang berperan sebagai Deva menambahkan bahwa ketakutan dalam film ini lahir dari hal-hal sederhana yang dianggap sepele.
“Ketakutan itu lahir kan dari hal-hal yang sederhana. Hal-hal yang sederhana yang kita anggap sepele yang terjadi begitu saja dalam kehidupan kita, ternyata itu bisa membawa kita ke tempat yang mengerikan,” ungkap Fatih.
Bagi Fatih, premis santet yang dipaketkan adalah sebuah terobosan yang mengerikan.
“Menerima paket buat Fatih juga sudah hal yang biasa, tapi nggak pernah kepikiran oh iya ternyata santet bisa dipaketin? Dan ketika paket itu sampai, itu kayak sudah selesai. Berarti kan kalian sudah tahu ajal kalian itu kapan,” pungkasnya. (Ril/).
