—-sumber: DSB—–

 

JAKARTA | JacindoNews – Ditengah upaya Negara yang tengah dikelola oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan berbagai program besarnya yang akan bermuara pada kesejahteraan rakyat, kasus ijazah Jokowi adalah noktah hitam yang semestinya tidak perlu terjadi mengingat yang bersangkutan pun telah purna tugas sebagai presiden ke tujuh negara ini.

Namun sayangnya justru semakin mencuat dan seakan sebuah kisah dilematis sekaligus dramatis karena Jokowi sendiri secara pribadi tidak menerima adanya pihak yang menyoal keabsahan ijazahnya itu, bahkan secara expresif merasa telah dihina sehina-hinanya hingga menyebut “ada orang besar” dibalik masalah tersebut.

Maka episode demi episode menjadi berita yang seakan tak pernah terselesaikan pun berkelanjutan hingga entah kapan dan bagaimana “ending” dari kasus ini selain menyisakan dua kubu pro kontra dalam dimensi kejujuran dan kebohongan selain tentu saja ada yang tidak berpihak alias menonton saja.

Sungguh tidak pernah dibayangkan bahkan mungkin oleh Jokowi sendiri bahwa urusan legalitas pendidikannya sebagai sarjana di Fakultas Kehutanan UGM akan menjadi “pil pahit” dalam bagian kehidupannya yang mencapai tingkat tertinggi sebagai presiden Republik ini namun harus berjibaku setelahnya dan ironisnya langsung ke jantung kehidupan pribadinya pada masa lalu atas selembar legalitas bernama Ijazah atas nama Joko Widodo.

Pahit, karena bagaimanapun sesungguhnya masalah ini tidak setara dengan kehormatan kedudukannya sebagai mantan presiden RI ke tujuh yang menuai pro kontra dimasa kepemimpinannya terus berlanjut hampir tanpa jeda setelahnya bahkan Otoritas Negara pun tak mampu melindungi kehormatannya atas masalah yang semestinya bisa dimintanya selaku mantan presiden.

Maka yang muncul justru adegan-adegan yang bak sinetron saja diranah Hukum, apalagi meluas pada tudingan kepada mantan presiden lainnya walaupun lakonnya diperankan oleh pendukungnya berbasis ucapan “ada orang besar” itu menjadi berlarut-larut tidak karuan saja.

Publik juga tidak tahu pasti mengapa Jokowi begitu “sewot”nya padahal sikapnya menunjukan dia yakin keaslian ijazahnya adalah benar bahkan setelah dibantu oleh pernyataan Rektor UGM sendiri, apakah mungkin Jokowi mengalami kesulitan untuk jujur terkait “jalan” yang ditempuhnya untuk mendapatkan ijazah itu meskipun ikut di wisuda? Barangkali misteri ini yang masih harus dipecahkan bersama dirinya dan bukan malah menjadi “bola liar” tak berkesudahan.

Sekali lagi masalah ini tidak boleh terus berkepanjangan selain kelak dalam halaman sejarah bangsa juga menjadi kisah yang sangat memprihatinkan atas seorang mantan presiden yang pada akhirnya hanya memakan “korban” kredibilitas bangsa dimata dunia, juga sesungguhnya sebagaimana pernah muncul judul ungkapan dalam sebuah podcast “kalau ijazah Jokowi Palsu, memang kenapa?”, maka mungkin pertanyaan sebaliknya “kalau ijazah Jokowi Asli, memang kenapa?”, ya kasih lihatlah dengan gamblang secara seorang negarawan dan bukannya jadi terhinawan seperti perasaannya itu.(**).

**Adian Radiatus (pengamat sosial & politik).

By Admin

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!