JAKARTA | JacindoNews– Selasa malam (03/03/2026), Presiden RI Prabowo Subianto mengundang para tokoh bangsa lintas generasi dalam sebuah pertemuan strategis di Istana Merdeka, Jakarta.
Forum ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi mendalam mengenai berbagai isu nasional dan dinamika global yang kian kompleks serta perkembangan terakhir situasi nasional dan dunia internasional.
Pertemuan tersebut dihadiri antara lain Wapres RI Gibran Rakabuming Raka, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 Boediono, serta Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin.
Hadir pula para menteri luar negeri periode terdahulu, para menteri Kabinet Merah Putih, serta para ketua umum partai politik.
Forum ini menjadi wadah bertukar pandangan dan pengalaman kepemimpinan lintas era. Presiden menekankan pentingnya soliditas nasional dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu, mulai dari ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, hingga tantangan ketahanan pangan dan energi.
Juga dalam forum tersebut mengundang kalangan dunia usaha turut dilibatkan dalam pertemuan tersebut. Turut hadir antara lain Ketua Umum Apindo yang juga Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Kemaritiman, Investasi, dan Luar Negeri Kadin Indonesia, Sinta Widjaja Kamdani, serta Ketua Umum HIPMI, Akbar Himawan Buchari.
Dunia usaha menyampaikan apresiasi atas ruang dialog yang inklusif dan strategis ini. Para pelaku usaha menegaskan kesiapan untuk berkolaborasi dan bergotong royong bersama pemerintah dalam semangat Indonesia Incorporated. Fokusnya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, memperluas penciptaan lapangan kerja, mencetak pengusaha baru, serta memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
Selain itu, dukungan juga diarahkan pada program-program unggulan pemerintah yang mampu menggerakkan roda perekonomian hingga ke daerah. Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha diyakini menjadi kunci untuk tidak hanya bertahan di tengah tantangan global, tetapi juga menangkap peluang yang muncul di baliknya.
Perkembangan global harus terus dicermati dengan kebijakan yang adaptif dan responsif.
Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, harapan pun dipanjatkan agar kondisi dunia segera membaik dan Indonesia mampu menghadapi setiap tantangan dengan persatuan, keteguhan, dan kepemimpinan yang solid. (Ril/).
