JAKARTA | JacindoNews – Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA) MUI DKI Jakarta berlangsung selama dua hari, Selasa – Rabu (18-19 Agustus 2026) di Hotel Grand Santika, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah unsur pemerintahan dan tokoh organisasi, antara lain Ketua DPRD DKI Jakarta Dr. Suhud, Ketua KADIN Nasional Nadia, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, para pengurus MUI dari lima wilayah administrasi DKI Jakarta, serta Dewan Pertimbangan MUI DKI Jakarta.
Adapun salah satu tema yang dibahas dalam acara tersebut adalah kota Jakarta menyongsong usia 500 tahun atau lima abad yang akan jatuh tahun depan atau 2027.
Dalam pertemuan tersebut, anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, Ustaz M. Rifqi alias Bang Eki Pitung, mengusulkan agar MUI DKI Jakarta memiliki tagline khusus sebagai pijakan moral dan keagamaan dalam mengawal Jakarta menuju kota global.
Tagline yang diusulkan Bang Eki Pitung adalah “Jakarta Kota Global yang Religius dan Beradab.”
Menurutnya, tagline tersebut penting sebagai rambu-rambu bersama agar transformasi Jakarta menjadi kota global tidak hanya berorientasi pada kemajuan bisnis, ekonomi, teknologi, dan budaya, tetapi juga tetap menjunjung tinggi nilai agama, akhlak, dan adab masyarakat.
“Jakarta akan menuju kota global dan internasional. Jangan sampai arus bisnis, ekonomi, teknologi, bahkan budaya asing membuat nilai agama, akhlak, dan moral masyarakat semakin terpinggirkan,” ujar Bang Eki Pitung, dalam keterangannya, pada hari Rabu (19/8/2026).
Bang Eki Pitung menyoroti fenomena sebagian generasi muda yang mulai menganggap agama sebagai sesuatu yang tidak terlalu penting dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini yang menjadi kekhawatiran kita. Ada kelompok generasi muda yang mulai menganggap agama itu tidak terlalu penting dan dijalani secara santai saja. Karena itu, MUI harus progresif dan peka melihat tantangan ke depan,” katanya.
Menurutnya, MUI DKI Jakarta memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu masuk dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, akhlak, dan moral umat di tengah perubahan Jakarta menuju kota global.
Ia berharap tagline “Jakarta Kota Global yang Tetap Religius dan Beradab” dapat menjadi semangat bersama bagi umat Islam maupun masyarakat Jakarta yang memeluk agama lainnya.
“Hal ini menjadi yang sangat penting untuk disikapi oleh MUI. Kami di Dewan Pertimbangan MUI DKI Jakarta dalam agenda Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA) perlu di rekomendasikan usulan ini sebagai perisai dalam menjaga nilai-nilai agama di Kota Global. Kota kita Jakarta sebagai Kota Global mau jadi seperti kota New York atau Abudabi atau Bangkok..?, ” pungkasnya.
“Masing-masing kota yang saya sebutkan sebagai contoh Kota Global di beberapa negara di dunia yang memiliki khas dan ciri budaya dan religi dari bangsanya. Nah, jika Jakarta sebagai Kota Global, haruslah kembali pada sejarah atau nafas penduduk aslinya yang mana Betawi dikenal religius dan beradab sejak dulu. Apalagi sudah dijaga Kota ini dengan Kaum Betawi sebagai masyarakat inti Jakarta, ” katanya.
“Harapannya, slogan ini bisa menjadi rambu-rambu kita semua, umat Islam dan umat beragama di Jakarta. Jakarta boleh menjadi kota global, tetapi harus tetap religius dan beradab,” ujarnya.
Bang Eki Pitung berharap MUKERDA MUI DKI Jakarta tidak hanya menjadi forum untuk membahas program kerja organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk merumuskan visi keagamaan yang mampu menjawab tantangan Jakarta di masa depan.
Menurutnya, menyambut lima abad Jakarta harus diiringi dengan kesiapan moral dan spiritual masyarakat.
“Jakarta menuju lima abad harus maju secara ekonomi dan teknologi, tetapi jangan kehilangan jati diri. Kemajuan harus berjalan bersama agama, akhlak, moral, dan adab,” pungkas Bang Eki Pitung. (Ril/).
