IMG 20260920 WA0042

SURABAYA | JacindoNews – Direktorat Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Rahasia Dagang Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI mempertemukan 13 inventor dan pelaku industri dalam kegiatan Patent Pitching Day Surabaya 2026 pada Kamis 17 September 2026 di Universitas Airlangga, Surabaya. Sebanyak tujuh invensi hasil riset perguruan tinggi dipresentasikan kepada mitra industri untuk membuka peluang hilirisasi, lisensi, dan kerja sama komersial.

Direktur Paten, DTLST, dan Rahasia Dagang menegaskan bahwa pelindungan paten tidak boleh berhenti pada penerbitan sertifikat. Ia menjelaskan bahwa masih banyak hasil riset perguruan tinggi yang telah memperoleh pelindungan paten, tetapi belum terhubung dengan kebutuhan pasar. Karena itu, DJKI berupaya menjadi penghubung yang mempertemukan inventor dengan dunia usaha agar teknologi yang dikembangkan dapat menjawab kebutuhan industri sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi.

“Paten bukanlah garis akhir dari proses inovasi. Paten adalah salah satu titik penting dalam perjalanan yang lebih panjang, yaitu perjalanan dari pengetahuan menuju teknologi, dari teknologi menuju produk, dan dari produk menuju manfaat ekonomi dan sosial,” ujarnya saat membuka kegiatan tersebut.

Dalam kegiatan ini, tujuh invensi yang dipitching meliputi sepeda listrik hybrid dengan sistem pemantauan kesehatan pengendara, sistem manajemen distribusi dan logistik terintegrasi berbasis teknologi digital, tablet effervescent berbasis porang sebagai agen antikolesterol, pak baterai kendaraan listrik dengan sistem dual-port, proses produksi bovin hidroksiapatit dari femur tulang sapi, kit deteksi cepat tetrasiklin untuk karkas ayam, serta Excelzyme.

Dari seluruh invensi yang dipresentasikan, tiga teknologi berhasil menarik perhatian mitra industri, yakni Sepeda Listrik Sistem Hybrid Dilengkapi Pengukur Detak Jantung dan Oximeter dari Universitas Negeri Surabaya, Sistem Manajemen Distribusi dan Logistik Terintegrasi dari Universitas Ciputra, serta Pak Baterai dengan Dual Fungsi Pengisian Daya dari Universitas Airlangga.

Ketiga invensi tersebut memperoleh ketertarikan dari perusahaan produksi sepeda untuk dijajaki lebih lanjut sebagai potensi kerja sama pengembangan teknologi. Hasil ini menunjukkan adanya peluang nyata bagi hasil riset perguruan tinggi untuk memasuki tahap hilirisasi dan pemanfaatan oleh industri.

Di sisi lain, Prof. Nurul Barizah mewakili para inventor dari Universitas Airlangga sangat mengapresiasi dan berharap forum ini menjadi awal lahirnya kolaborasi konkret antara inventor dan dunia usaha. Menurutnya, upaya seperti ini harus terus dilakukan agar ada keterikatan antara semua pihak untuk memajukan ekosistem paten.

“Ini acara yang sudah kita tunggu-tunggu. Kami berharap agenda seperti ini tidak hanya sekali, atau bahkan harusnya bisa dilakukan secara reguler karena ketika kita bertemu mitra bisnis, itu menunjukkan bahwa kampus itu bukan sekedar menara gading yang cuma sekedar keren tapi juga harus membumi,” ucap Nurul.

DJKI juga terus mendorong para inventor untuk melindungi invensinya melalui sistem paten sekaligus aktif membangun kemitraan dengan industri agar hasil riset dapat berkembang menjadi produk yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang paten, masyarakat dapat mengakses laman dgip.go.id. (ril/).

Admin

By Admin

error: Content is protected !!