JAKARTA | JacindoNews – Kamis (07/05/2026). Ketika seorang pengurus Partai apalagi pengurus teras mengalami masalah berupa tuntutan hukum yang diakibatkan oleh sikap kepedulian atas masalah yang berkembang ditengah kelompok masyarakat tertentu, maka tiada alasan bagi Partai untuk tidak memberikan dukungan baik moril maupun administratif.
Sehingga apa yang dialami Grace Natalie dapat dipastikan dapat menurunkan citra partai PSI sebagai “gajah pengecut” yang menghindar ketika ada sekelompok orang mencari anggota kawanannya, meskipun dalam konteks ini sikap Grace Natalie terlihat tetap tegar dan seperti biasa meyakini kebenaran yang diungkapkannya.
Sangat tidak elok apa yang dilakukan DPP PSI kepada pengurusnya apalagi posisi Grace adalah Sekretaris Dewan Pembina, dimana secara kekuatan hirarki organisasi adalah salah satu “tiang utama” yang seharusnya mendapat kekuatan perlindungan segenap pimpinan pengurus.
Bahkan seandainya Grace menyatakan itu sebagai pernyataan pribadinya pun adalah wajib bagi partai bersuara untuk memberikan bantuannya, bukan malah sebaliknya “meminggirkan” Grace agar partai terlihat tidak memiliki kepentingan atas masalah sensitif yang muncul ke permukaan publik itu. Sungguh merupakan preseden buruk cara PSI lepas tangan semacam ini selain menunjukan jiwa kerdil tak punya nyali sedikitpun, padahal konflik ini perlu dijembatani secara politik dan moralitas…
**Adian Radiatus (Aktivis Tionghoa, pengamat Politik dan Sosial).
