JAKARTA | JacindoNews.com – Aktivis, Relawan, akademisi, pemerhati, bahkan mantan relawan militan Prabowo, berencana akan menggelar acara tabur bunga dan mimbar bebas di BAWASLU RI, Jakarta Pusat.

Ketua presidium ASELI (Aliansi Selamatkan Indonesia) Jalih Pitoeng membenarkan adanya agenda tersebut.

Jalih Pitoeng mengatakan bahwa dirinya akan hadir dalam acara yang diinisiasi oleh ARM dan ASELI tersebut.

“Saya pastikan Insya Allah hadir,” kata Jalih Pitoeng, Rabu (20/05/2026).

“Karena ini adalah penggalan sejarah kelam tentang demokrasi hitam yang tak boleh dilupakan dan negara harus membayar hutang nyawa ini,” lanjutnya menegaskan.

“Akibat aksi-aksi unjuk rasa menolak pemilu curang yang kemudian berubah menjadi kerusuhan, sehingga banyak para tunas bangsa meregang nyawa,” Jalih Pitoeng mengingatkan.

“Saya menyebutnya ini adalah residu pemilu,” imbuhnya.

“Dimana persoalan bangsa yang belum terselesaikan akibat perebutan kekuasaan pada pilpres 2019 lalu,” kata Jalih Pitoeng.

“Bahkan saya beserta belasan Eks Tapol era Jokowi menjadi tumbal atas hutang negara terhadap hilangnya nyawa para bangsa pada peristiwa berdarah yang sangat memilukan sekaligus memalukan,” ungkap Jalih Pitoeng mengingatkan.

Jalih Pitoeng yang ditangkap dan dipenjara atas tuduhan sebagai otak perencanaan penggagalan pelantikan presiden Jokowi pada Oktober 2019 lalu ini meminta agar negara bertanggung jawab atas hilangnya nyawa para tunas bangsa.

“Oleh karena itu, kami minta kepada pak Prabowo selaku presiden, kepala negara sekaligus kepala pemerintahan untuk menuntaskan tabir gelap demokrasi hitam ini,” pinta Jalih Pitoeng.

“Karena selain adik-adik kita para tunas bangsa yang kehilangan nyawa, kawan-kawan kami juga eks Tapol era Jokowi banyak yang sangat menderita hingga saat ini” katanya mengingatkan.

“Dan sebagai eks relawan militan Prabowo sekaligus tumbal atas peralihan kekuasaan ini, kami tidak ingin pak Prabowo memikul beban dosa ini,” Jalih Pitoeng menegaskan.

Terkait dengan acara yang akan dilaksanakan sore nanti, Rabu 20 Mei, Jalih Pitoeng meminta kepada Mapolda Metro Jaya untuk meningkatkan pelayanan dan pengamanan.

“Kepada Mapolda Metro Jaya, kami minta agar diberikan pelayanan dan pengamanan secara optimal,” pinta Jalih Pitoeng.

“Mengapa begitu, yang pertama kami ingin acara dan hak konstitusional kami terjaga. Kedua, agar tidak ada massa aksi lain yang sangat berpotensi merusak agenda kami yang mulia. Dan yang ketiga, kami ingin agar pihak kepolisian benar-benar menjalankan undang-undang secara implementatif yaitu melayani, mengayomi dan melindungi. Bukan melarang, menghalangi apalagi memusuhi,” pungkas Jalih Pitoeng.(JN)

By Editor

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!