JAKARTA | JacindoNews.com – Ramai di media sosial tentang derasnya arus kritikan serta Isyu Reformasi Jilid 2 yang membuat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat ini menghadapi dilema antara Jokowi atau Rakyatnya, salah satu Relawan Militan Prabowo, Jalih Pitoeng akhirnya angkat bicara.

Hal tersebut disampaikan Jalih Pitoeng di Jakarta, Jum’at 29 Mei 2026. Menurut aktivis kelahiran tanah Betawi yang dikenal sangat kritis tersebut bahwa Prabowo saat ini sedang berada di persimpangan.

Beberapa kali reshuffle yang telah dilakukan oleh Prabowo hingga saat ini masih belum memuaskan sebagian besar pendukungnya. Termasuk para relawan militannya yang telah mendukung sejak pencalonan dirinya pada 2014 silam.

Salah satunya adalah Jalih Pitoeng yang saat ini sedang giat mengambil bagian perjuangan Asta Cita diantaranya adalah Pemberantasan Korupsi.

Ketua umum FORMASI (Forum Aliansi Masyarakat Anti Korupsi), Jalih Pitoeng secara tegas mengatakan bahwa Prabowo harus mengambil ketegasan sikap politiknya.

“Sampai saat ini saya masih tetap setia mendukung Pak Prabowo walaupun saya sempat menjadi korban kriminalisasi akibat mendukung beliau hingga dipenjara oleh kekuasaan Jokowi 2019 lalu,” ungkap Jalih Pitoeng, Jum’at (29/05/2026).

“Saya adalah pendukungnya. Akan tetapi saya bukan penjilat,” imbuhnya menegaskan.

“Sehingga, saya tetap melakukan sikap dan tindakan yang kritis, korektif tapi argumentatif dan konstruktif demi kebaikan dan kepentingan berbangsa dan bernegara dibawah pimpinan bapak,” lanjutnya menjelaskan.

Masih menurut Jalih Pitoeng, bahwa tidak semua orang dapat memahami apa yang ada dalam kepala presiden Prabowo. Terlebih rakyat kecil yang mendukungnya.

“Mungkin saya bisa memahami kesulitan yang sedang dihadapi pak Prabowo saat ini,” kata Jalih Pitoeng.

“Sering saya katakan pasca pelantikan, bahwa kabinet pak Prabowo adalah kabinet rekonsiliatif dan kabinet akomodatif. Makanya sangat gemuk dan banyak badan-badan serta lembaga,” lanjutnya.

“Akan tetapi tidak semua orang bisa dan dapat memahaminya,” Jalih Pitoeng menambahkan.

Terkait adanya beberapa kelompok yang menggaungkan akan menjatuhkan Prabowo, Jalih Pitoeng yang merupakan salah satu Inisiator Persaudaraan Tapol dan Napol era kepemimpinan Jokowi ini mengatakan bahwa itu adalah hak warga negara didalam berdemokrasi.

“Soal ada suara-suara sumbang yang ramai di media sosial akhir-akhir ini, itu hal yang wajar di alam demokrasi kita,” jawab Jalih Pitoeng.

“Karena bisa jadi itu adalah ekspresi dari kecintaan yang sesungguhnya dari rakyat yang dipimpinnya,” sambungnya.

“Secara objektif saya harus katakan bahwa pak Prabowo harus tegas dan tepat mengambil keputusan ditengah persimpangan ini,” pinta Jalih Pitoeng

“Jangan sampai Cinta rakyat ini berubah menjadi benci seiring derasnya gelombang arus yang mendayagunakan situasi dan kondisi saat ini,” lanjutnya mengingatkan.

Diminta pendapatnya tentang kinerja dan capaian Prabowo, Jalih Pitoeng yang sempat dituduh Makar dan menjadi otak perencanaan pengerahan massa dalam menggagalkan pelantikan presiden Jokowi-Makruf ini mengatakan bahwa Prabowo dengan Asta Cita nya sudah sangat progresif.

“Banyak kemajuan yang telah dicapai oleh pak Prabowo secara progresif. Walaupun tidak pernah puas itu bagian dari sifat manusia” jawabnya.

“Terutama tentang program makanan bergizi, kesehatan dan pendidikan yang merupakan modal dasar untuk membangun sebuah negara yang maju,” lanjutnya.

“Dan perlu dicatat, bahwa ada satu prestasi yang menoreh sejarah perjalanan bangsa ini, yaitu beliau adalah satu-satunya presiden Indonesia yang mampu merampas kembali uang rakyat dari para koruptor melalui Kejagung dengan angka yang sangat fantastis dan belum pernah terjadi dalam sejarah,” sambung Jalih Pitoeng menandaskan.(ril/)

By Editor

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!