JAKARTA | JacindoNews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program strategis nasional demi pemenuhan gizi masyarakat khususnya bagi para pelajar yang tergolong dalam masa pertumbuhan.
Namun baru-baru ini seakan terjadi gunung meletus atau gempa tektonik yang mengakibatkan tsunami Mega Korupsi ditubuh badan yang seharusnya menjaga transparansi serta akuntabilitas proyek yang sangat mulia.
Ditangkapnya kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana telah membuat seluruh rakyat Indonesia tercengang. Serasa mimpi karena seharusnya peristiwa itu tidak boleh terjadi.
Aktivis pegiat anti korupsi sekaligus pemerhati sosial, ekonomi, politik dan seni budaya kelahiran tanah Betawi, Jalih Pitoeng menilai bahwa dibutuhkan pembenahan secara totalitas.
Menurut Relawan Militan Prabowo tersebut bahwa langkah presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengganti kepala BGN yang diangkat pada era kepemimpinan Jokowi adalah langkah yang sangat tepat dan berani.
“Itu adalah langkah yang tepat dan berani dari pak Prabowo,” kata Jalih Pitoeng, Senin (22/06/2026).
“Karena banyak penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang dibawah kepemimpinan kepala BGN Dadan Hindayana,” sambungnya.
Terkait banyaknya desakan agar MBG dihentikan, ketua presidium Aliansi Selamatkan Indonesia ini justru balik bertanya
“Kalau dihentikan, lalu siapa yang akan menanggung pelayanan pemberian makan bergizi tersebut,” tanya Jalih Pitoeng.
“Kalau mau tangkap tikusnya kan tidak mesti dibakar lumbungnya,” Jalih Pitoeng mengingatkan.
“Bahkan saya sangat mendukung upaya penegakan hukum bagi para pemain nakal hingga ke akar-akarnya,” Jalih Pitoeng menegaskan.
Ditanya tentang adanya rencana aksi unjuk rasa 50 ribu Aliansi yang mendukung MBG yang akan digelar esok hari, Jalih Pitoeng menjawab dengan sangat bijaksana.
“Saya sangat menghormati dan menghargai pendapat dan pemikiran serta sikap kedua kelompok,” jawabnya.
“Baik yang ingin menghentikan, maupun yang ingin dilanjutkan,” imbuhnya.
“Akan tetapi saya mendukung aksi unjuk rasa yang mendukung program MBG dilanjutkan,” Jalih Pitoeng menegaskan.
“Tentunya dengan evaluasi dan koreksi sistem manajerial secara totalitas agar tidak ada lagi celah dan peluang para penghianat bangsa melakukan korupsi, gratifikasi serta manipulasi,” ujarnya menegaskan.
Lebih jauh, Jalih Pitoeng juga mengutarakan bahwa dirinya sebagai ketua umum FORMASI telah menginstruksikan kepada seluruh pimpinan FORMASI diberbagai daerah untuk mengawal program MBG hingga ke pelosok-pelosok guna tercapainya tujuan dan cita-cita pemenuhan gizi masyarakat demi kemajuan bangsa.
“Sebagai sikap dan langkah kongkrit kami mendukung program MBG untuk tetap dilanjutkan adalah FORMASI atau Forum Aliansi Masyarakat Anti Korupsi telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran yang ada untuk mengawal program ini hingga ke pelosok daerah,” Jalih Pitoeng menjelaskan.
“Demi terlaksananya program MBG tersebut secara tepat guna, transparan dan akuntabel,” pungkasnya.(JN)
