JAKARTA | JacindoNews – JAKARTA | JacindoNews – Selasa (21/07/2026). Perjalanan panjang telah di lewati para Nasabah wanaartha yang tidak kunjung selesai mendapatkan hak dan keadilan.
“Pertemuan-pertemuan yang dilakukan bersama beberapa nasabah wanaartha sangat amat melelahkan karena membutuhkan waktu yang cukup lama sampai berbulan bulan,“ ucap Johanes Buntoro sebagai ketua perwakilan nasabah korban Asuransi WanaArtha Life ketika ditemui media, Selasa (21/07/2026).
Kemudian Johanes menambahkan,”Yah kami sudah lakukan pertemuan berkali kali dengan beberapa Jendral Polri dan beberapa instansi kementrian RI yang terkait, bahkan kami juga nersama Hubinter Polri dan Kedubes Amerika juga sudah bertemu langsung dengan Pihak yang terkait baik itu dari Aparatur kepolisian maupun Aparatur Instansi Pemerintahan Negara Amerika yang terkait kasus Buronan Red Notice Keluarga Evelyn Pietruzckha Pemilik Wanaartha life.”
Dari Pertemuan tersebut, Johanes menjelaskan bahwa pihak dari Amerika menyampaikan sangat kesulitan dalam menangani penangkapan dan pemulangan buronan Red Notice NO.1 PERASURANSIAN di INDONESIA yaitu keluarga Pietruschka (Manfred Armin Pietruschka, Evelina FadiL Larasati dan Rezananta Pietruschka), pemilik Wanartha Life dari Amerika ke Indoensia. Hal ini dikarenakan terbentur aturan hukum yang ada di sana dan aturan terkait HAM. Selain itu secara keuangan, buronan ini sangat kaya dan memadai untuk menyewa pengacara dan membangun network di Beverly Hills untuk melakukan perlawanan seperti mengajukan Suaka Poitik, mencabut Red Notice Rezanantha, dan membayar Rezanantha untk keluar sel menjadi tahanan kota.

“Dengan pertemuan tersebut kami memahami tantangan dan kendala yang di hadapi oleh Polri, Kementerian RI terkait, Penegak Hukum dan aparatur terkait dari negara Amerika. Sebagai nasabah wanaartha, Saya mengapresasi yang tinggi kepada Kadivhubinter Irjen Pol Amur Chandra Juli Buana, S.H.,M.H., Sekertaris NCB Interpol Brigjen Pol Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H.,dan Kombes Pol Ricky Purnama, S.I.K. yang tetap memperjuangkan kasus ini,” ujarnya.
“Saya berharap Presiden Prabowo Subianto bisa turut menolong langsung kasus ini karena ini lebih Jahat daripada kasus Korupsi karena Perusahaan Asuransi ini Resmi dibawah pengawasan Negara langsung melalui OJK yang dengan terang terangan merampok Uang Premi Asuransi para Nasabah atau Masyarakat senilai Rp 15,9 Trilliun,” harapnya.
“Dengan tertangkap dan dipulangkannya Buronan Gunadi (Investree) dan Michael Steven (Kresna Life), Saya berharap hubinter Polri bisa menangkap dan memulangkan buronan RED NOTICE NO.1 PERASURANSIAN di INDONESIA yaitu keluarga Pietruschka (Manfred Armin Pietruschka, Evelina FadiL Larasati dan Rezananta Pietruschka ) sebagai Pemilik PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha. (Ril/).
