IMG 20260825 WA0009

JAKARTA | JacindoNews – Selasa 25/08/2026).Dua hari jelang demo rakyat yang santer menghembus di berbagai media sosial beberapa hari terakhir ini menunjukan adanya indikasi pro kontra langsung di jantung lapangan demo dimana kawasan DPR dan Bundaran HI disebut menjadi titik fokus rakyat pesertanya. Belum ada aba-aba dari kalangan BEM Mahasiswa untuk demo kali ini tapi mungkin saja konsolidasi tengah berlangsung secara intensif terkait pokok masalah tuntutan yang sama kepada Pemerintah.

Hentikan MBG dan Kopdes Merah Putih serta Hukum Mati Koruptor juga Perampasan Aset menjadi tema-tema tuntutan rakyat kali ini dan tentu saja tampaknya hal ini dilatarbelakangi dengan penghidupan rakyat menengah bawah yang semakin melandai cukup terasa pada beberapa segmen jatuh susah atau jatuh miskin karena ketimpangan penghasilan dan hutang yang mendera.

Sebenarnya hampir semua kalangan dari rakyat mengetahui bahwa program MBG dan Kopdes Merah Putih itu adalah niatan tulus Presiden Prabowo Subianto untuk mengikis ketimpangan kualitas hidup rakyat di banyak wilayah Tanah Air baik dari sisi kecerdasan lewat MBG dan penghasilan yang layak lewat Kopdes MP itu.

Namun sayangnya dengan anggaran ribuan triliun efek yang ditimbulkan belum ada “penampakan” secara masif tetapi kerusakan koruptif dan nepotisme yang justru mencuat kepermukaan ruang rasa keadilan dan menghentak ke nadi penghidupan lainnya dimana justru daya hasil dan daya beli rakyat bawah bahkan menengah pada periode yang sama semakin menurun dan bahkan terjun bebas pada bagian lain dengan fakta kasus hutang yang menjerat tak dapat diatasi.

Disisi lain Kepemimpinan Presiden Prabowo pun menghadapi banyak petualang politik yang merancu dibelakang namun didepan seakan mendukung penuh dengan bahasa ganda didepan rakyat. Untungnya di DPR ada Wakil Ketua, Sufmi Dasco dan tim kerja DPR, yang cukup banyak menjadi “trouble shooter” pada permasalahan yang dikeluhkan rakyat lewat perwakilan-perwakilan mereka selama ini.

Melihat arus kedatangan rakyat dari daerah-daerah kali ini menuju tanggal 27 tampaknya akan muncul dua kubu pro dan kontra yang rentan dimanfaatkan oleh pihak terselubung yang menginginkan negara ini dalam kondisi konflik terus menerus sebelum tujuan-tujuan kekuasaan mereka tercapai dengan memanfaatkan kondisi risau dan gelisah rakyat akan arah roda ekonomi mereka semakin terlihat berpeluang melakukannya.

Dalam hal ini Pemerintah dan DPR harus sungguh-sungguh bersinergi dan segera mengambil langkah-langkah konstruktif, efektif dan aplikatif secara praktis dengan berbagai stimulus paling bawah dibutuhkan rakyat, operasi pasar besar2an, pengalihan dana MBG sebagian pada pengadaan barang yang menjangkau perdagangan retail.

Dengan demikian pencerahan kepada rakyat diharapkan dapat saling memahami antara niat tulus Presiden dengan realisasi percepatan gairah pertumbuhan ekonomi riel mencegah upaya menunggangi demo rakyat demi kebenaran semata-mata. (**).

**Adian Radiatus (pengamat politik dan sosial). 

Admin

By Admin

error: Content is protected !!