IMG 20261007 WA0027

JAKARTA | JacindoNews – Rabu (07/10/2026). Bangsa Indonesia yang peduli akan memasuki hari-hari memalukan dan menyedihkan bahkan rasa marah, kecewa dan emosional lainnya setelah melalui jalur Mahkamah Konstitusi yang mulia terbukti bahwa Gibran Rakabuming Raka tidak memiliki ijazah kelulusan setara SMA yang benang merahnya berarti Gibran telah melakukan manipulasi dokumen pendaftaran sebagai Cawapres 2024 – 2029.

Tak bisa dibayangkan bagaimana kubu Gibran menyambut keputusan ini yang lazimnya mengundang gelak tawa kemenangan hingga caci maki kepada para pemohon gugatan, dimana kelompok Termul biasanya dikenal demikian, lupa akan isi yang terkandung dalam putusan MK tersebut. Tidak punya Ijazah SMA atau setara.

Bayangkan saja rakyat se Indonesia termasuk Kabinet dan Presiden beserta seluruh Lembaga Negara kedepannya secara terang benderang secara sadar mengetahui telah bersama seorang wakil presiden yang ternyata soal ijazah saja sudah berbohong, menipu, tidak jujur sehingga bagaimana mungkin patut dihormati selain sangat layak dilecehkan dan diremehkan setiap kehadirannya. Kalaupun sampai ada yang masih menghormatinya, maka itu dapat disebut menghormat palsu kepada seorang penipu.

Jadi persoalan paling substansi yang membuka mata publik, mata rakyat dalam uraian keputusan 9 Anggota Majelis Mahkamah Konstitusi ini adalah Gibran Rakabuming Raka terbukti tidak memiliki ijazah SMA atau setara yang seharusnya disertakan atau menjadi lampiran dokumen sah yang tidak terpisahkan saat mendaftar di KPU Pusat.

Dalam situasi Amoralitas oleh pribadi Gibran Rakabuming Raka, akankah mungkin sebagai seorang anak bangsa yang masih terbilang muda, seorang pemuda pemimpin bangsa besar ini, secara sadar sepenuhnya telah mengecewakan dan memalukan bangsanya sendiri serta selanjutnya secara Ksatria mundur dari tugasnya sebagai Wakil Presiden dan meminta maaf atas perilakunya itu.

Namun bila semua kehormatan dan kehinaan ini dianggap angin lalu, masa bodoh, tidak peduli maka situasi ini harus dihadapi tidak saja oleh Denny Indrayana dkk tetapi juga segenap rakyat Indonesia agar tidak ada anekdot sindiran pedih seperti komedi “stand up”, kamu Wapres? iya, tapi bo-ong. (**)

**Adian Radiatus (pengamat sosial & politik).

Admin

By Admin

error: Content is protected !!