IMG 20260817 WA0188

JAKARTA | JacindoNews – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama nelayan dan masyarakat pesisir di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sorue Jaya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (17/8/2026).

Upacara yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” berlangsung khidmat. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Trenggono bersama masyarakat juga memanjatkan doa untuk warga Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa bumi berkekuatan 7,7 pada 15 Agustus 2026.

Dalam amanatnya, Trenggono menegaskan bahwa 81 tahun setelah Indonesia merdeka, masih terdapat masyarakat nelayan yang belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.

“Setelah 81 tahun merdeka, masih terdapat nelayan yang belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan dan peningkatan kesejahteraan. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan,” ujar Trenggono.

Menurutnya, pembangunan kesejahteraan nelayan tidak dapat dipisahkan dari penguatan sektor perikanan. Sektor tersebut memiliki peran strategis sebagai sumber protein nasional sekaligus menjadi sumber penghidupan jutaan masyarakat pesisir.

Karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong pembangunan fasilitas perikanan yang terintegrasi melalui program prioritas nasional Kampung Nelayan Merah Putih.

Program KNMP dirancang untuk meningkatkan produktivitas nelayan, menciptakan nilai tambah hasil perikanan, memperluas akses pasar, serta mendorong nelayan agar mampu naik kelas.

Trenggono mengibaratkan kebutuhan infrastruktur nelayan dengan kebutuhan petani terhadap irigasi.

“Jika petani membutuhkan irigasi untuk meningkatkan produktivitas, maka nelayan membutuhkan dermaga yang layak, tempat pendaratan ikan, fasilitas rantai dingin, cold storage, pabrik es, dan sarana dasar produksi lainnya,” jelasnya.

Di KNMP Sorue Jaya, berbagai fasilitas tersebut mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Fasilitas yang tersedia antara lain cold storage, pabrik es portabel, shelter pendaratan ikan hingga dermaga.

Dukungan infrastruktur tersebut turut mendorong hasil tangkapan nelayan untuk masuk ke pasar yang lebih luas. Hingga kini, sekitar 8 ton ikan hasil tangkapan nelayan Sorue Jaya telah dikirim ke luar kota, bahkan ikan yang dipasarkan tersebut memiliki kualitas ekspor.

Capaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur, peningkatan produksi dan pembukaan akses pasar secara terpadu dapat memberikan nilai tambah terhadap hasil tangkapan nelayan.

Dampaknya tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Hal tersebut sangat penting bagi Desa Sorue Jaya karena sekitar 90 persen masyarakatnya menggantungkan kehidupan pada sektor perikanan.

“Kita ingin kampung-kampung nelayan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir,” kata Trenggono.

KKP mencatat telah membangun 100 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2025. Pada 2026, pemerintah tengah membangun 1.269 KNMP di berbagai daerah.

Program tersebut ditargetkan terus diperluas hingga mencapai 5.000 kampung nelayan di seluruh Indonesia pada akhir 2029.

KNMP menjadi salah satu program kerja prioritas KKP untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir. Selain KNMP, KKP juga menjalankan lima program prioritas lainnya, yakni Budi Daya Ikan Tematik Berbasis Desa, Revitalisasi Budidaya Ikan Pantura Jawa, Pembangunan Budidaya Udang Terintegrasi, Modernisasi Kapal Perikanan, serta pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional.

Program-program tersebut diarahkan untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, termasuk swasembada garam nasional.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di KNMP Sorue Jaya tidak hanya diisi dengan upacara. Kegiatan juga dirangkaikan dengan berbagai agenda sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Sebanyak 4.000 paket bantuan produk perikanan dan sembako diberikan kepada masyarakat Kecamatan Soropia. Selain itu, bingkisan perlengkapan sekolah disalurkan kepada 45 siswa SDN Tapulaga.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penanaman 17 pohon pule sebagai bagian dari upaya penghijauan kawasan KNMP.

Menteri Trenggono turut meninjau bazar UMKM yang menampilkan berbagai produk kelautan dan perikanan hasil masyarakat. Kegiatan semakin semarak dengan persembahan seni dan budaya daerah yang melibatkan pelajar serta anak-anak nelayan.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sorue Jaya pun menjadi gambaran bahwa pembangunan kemerdekaan tidak berhenti pada pembangunan fisik. Bagi masyarakat pesisir, kemerdekaan juga berarti memperoleh akses terhadap infrastruktur, pasar, pendidikan, kesempatan ekonomi dan kehidupan yang lebih sejahtera.

Melalui pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih, pemerintah berharap kawasan pesisir tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat tinggal nelayan, tetapi berkembang menjadi pusat produksi, pengolahan dan perdagangan hasil perikanan yang mampu menggerakkan ekonomi daerah. (Ril/).

Admin

By Admin

error: Content is protected !!