—sumber foto: Wikipedia—

 

JAKARTA | JacindoNews – Perempuan Indonesia harus berperan aktif dalam penggerak perubahan nyata dalam kesetaraan gender masa kini di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh seorang tokoh aktivis perlindungan anak dan juga artis yang lebih dikenal berperan sebagai “Sarah” dalam film “Si Doel Anak Sekolahan” Cornelia Agatha, ketika menghadiri acara Malam Refleksi Kartini: Suara Yang Tak Pernah Padam, pada hari Senin Malam (20/04/2026), bertempat di halaman kantor KOWANI, jalan Imam Bonjol, Jakarta.

Dalam acara tersebut, Cornelia juga menyampaikan pidato reflektif dengan pendekatan puitis, menggabungkan narasi sejarah dengan interpretasi kekinian. Ia menggambarkan perjalanan pemikiran Kartini sebagai sosok yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kritis dan memiliki keberanian moral untuk menentang norma yang membatasi perempuan pada masanya.

Cornelia Agatha yang juga saat ini menjabat sebagai Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) DKI Jakarta, mengatakan, momentum hari Kartini 21 April bisa menjadi refleksi kolektif sekaligus perubahan nyata dalam perjuangan emansipasi perempuan di Indonesia.

“Hari ini kita semua perempuan dari berbagai bidang dan latar belakang berkumpul untuk merefleksikan kembali perjuangan Kartini yang masih sangat relevan dengan kondisi saat ini,” ujarnya kepada media.

Cornelia Agatha, saat hadir dalam Acara Refleksi Memperingati Hari Kartini, Senin Malam (20/04/2026).

Cornelia menambahkan, “Semangat dan warisan perjuangan Raden Ajeng Kartini tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga menjadi energi yang terus hidup dalam menghadapi berbagai tantangan kesetaraan gender di masa kini, ujarnya.

Cornelia menilai, meskipun telah banyak kemajuan, ketimpangan dan ketidakadilan terhadap perempuan masih terjadi di berbagai sektor. Oleh karena itu, ruang-ruang perjuangan masih terbuka luas dan membutuhkan keterlibatan aktif perempuan.

“Masih banyak ketimpangan, masih banyak ketidakadilan. Tapi justru di situlah ruang bagi perempuan untuk bergerak, untuk mengisi, dan untuk menciptakan perubahan,” tegasnya.

“Melalui refleksi ini, kita melihat betapa besar hati Kartini, betapa tajam pemikirannya, dan bagaimana perjuangannya masih menjadi cermin bagi kita hari ini,” tambah Cornelia. (Jn).

By Admin

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!