Fauka Noor Farid saat meninjau pembangunan jalan warga di Desa Pasir Lango, Bandung Barat, Minggu (31/05/2026). (FOTO: Dok. Garda Mawar)
BANDUNG BARAT | JacindoNews.com – Ketua Umum Garda Mawar, Fauka Noor Farid, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah lama memiliki tradisi berkurban dalam jumlah besar menggunakan dana pribadi, jauh sebelum menjabat sebagai presiden maupun menteri pertahanan.
Menurut Fauka, saat masih menjabat sebagai ketua umum partai politik, Prabowo secara konsisten menyembelih hampir 100 ekor sapi kurban setiap tahun dengan biaya yang berasal dari kantong pribadinya.
“Pak Prabowo sendiri secara pribadi, sebelum jadi presiden, sebelum jadi menhan, beliau masih ketua umum partai politik, itu mengeluarkan dana pribadi untuk kurban nilainya cukup banyak, hampir 100 ekor, dan itu setiap tahun dengan menggunakan kantong pribadi, termasuk tahun ini,” ujar Fauka saat kegiatan sosial Garda Mawar berupa peletakan batu pertama pembangunan jalan warga di Desa Pasir Lango, Bandung Barat, Minggu (31/05/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Fauka sebagai respons atas polemik yang berkembang terkait penggunaan anggaran negara untuk pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo.
Mantan Komandan Timsus 08 itu menilai kritik yang muncul tidak melihat konteks secara utuh. Menurutnya, program bantuan hewan kurban dari presiden merupakan kebijakan pemerintah yang telah berlangsung sejak masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono hingga Joko Widodo, bahkan pada periode-periode sebelumnya.
Fauka menegaskan, kebiasaan Prabowo berkurban menggunakan dana pribadi menunjukkan komitmen yang telah dilakukan sejak lama dan bukan aktivitas yang muncul setelah menjabat sebagai kepala negara. Ia juga menyebut tradisi tersebut masih berlanjut hingga saat ini.
Selain itu, Fauka menduga polemik yang berkembang tidak terlepas dari kepentingan politik tertentu yang berupaya menurunkan citra Presiden Prabowo.
“Pasti ada saja agenda-agenda politik yang berusaha menjatuhkan Pak Prabowo,” katanya.
Ia juga menyayangkan adanya kekeliruan pernyataan dari salah satu pembantu presiden yang kemudian dimanfaatkan untuk menyerang Prabowo secara pribadi. Menurutnya, bantuan kurban merupakan program kelembagaan yang tetap berjalan siapa pun presidennya.
“Siapapun presidennya, bantuan kurban itu tetap akan dijalankan untuk masyarakat,” tegas Fauka.
Di akhir keterangannya, Fauka mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menyikapi informasi yang beredar, khususnya di media sosial. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh konten yang bersifat provokatif dan berpotensi memecah persatuan.
Menurut Fauka, di tengah tantangan geopolitik saat ini, masyarakat perlu lebih mengedepankan persatuan serta kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
“Lebih baik kita melakukan kegiatan positif untuk masyarakat. Banyak masyarakat di bawah yang membutuhkan bantuan langsung dan manfaat nyata,” pungkasnya.(JN)
