JAKARTA | JacindoNews – Rumah produksi Palari Films bertekad memenuhi ekspektasi tinggi penonton terhadap proyek horor-fantasi “Monster Pabrik Rambut” yang menarik perhatian luas di Indonesia sejak film tersebut menapaki berbagai festival bergengsi dunia.

Film yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Juni mendatang itu sebelumnya telah hadir di Berlin International Film Festival (Berlinale) ke-76 (Februari) serta Brussels Fantastic Film Festival ke-44 dan Hong Kong International Film Festival ke-50 (April).

“Data pangsa pasar film Indonesia pascapandemi mengalami peningkatan hingga mencapai 65 persen. Tren tersebut mencerminkan pola konsumsi konten yang lebih luas, di mana penonton sudah tidak lagi terpaku pada satu jenis genre tertentu,” ujar produser Muhammad Zaidy dari Palari Films, di XXI Episentrum, Jakarta Selatan, Senin (01/06/2026).

Produser Monster Pabrik Rambut itu mengatakan bahwa industri film nasional saat ini menunjukkan tren diversifikasi konten yang tinggi.

Film Indonesia yang diproduksi saat ini mesti memiliki variasi genre dan mengutamakan kualitas guna menjawab ekspektasi penonton bioskop yang semakin kritis.

Film Monster Pabrik Rambut mengangkat tema eksploitasi tenaga kerja dan sistem yang tidak memanusiakan manusia itu justru mendorong para produsernya untuk berkaca pada praktik kerja mereka sendiri di industri film.

Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, dua produser dari Palari Films yang memproduksi film tersebut, berbicara terbuka soal standar jam kerja di balik layar Monster Pabrik Rambut. Keduanya juga menjelaskan tantangan nyata yang dihadapi industri film Indonesia dalam memperlakukan kru dan aktornya secara lebih manusiawi.

Keduanya juga menjelaskan tantangan nyata yang dihadapi industri film Indonesia dalam memperlakukan kru dan aktornya secara lebih manusiawi.

“Kita berusaha keras untuk bisa syuting dari misalnya crew call jam 5, terus mulai syuting mungkin setengah 7. Kemudian kelar bisa-bisa jam 9 malam,” ujar Meiske

Ia menekankan, jam kerja hanyalah satu sisi dari persoalan. Ada hal lain yang menurutnya sama pentingnya untuk dijaga, yaitu turnover time, yakni jeda waktu minimum antara hari syuting satu dengan berikutnya. (Ril/).

By Admin

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!