JAKARTA | JacindoNews – Rabu (17/06/2026). Pasar properti Indonesia memasuki babak baru pada pertengahan 2026. Flash Report Juni 2026 by Rumah123 mencatat dua tren yang bergerak secara paralel: minat pencarian properti kembali menguat di Jakarta seiring kepastian statusnya sebagai ibu kota negara, sementara kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur memasuki fase normalisasi setelah beberapa tahun didorong ekspektasi tinggi.
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 71/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa Jakarta tetap berstatus sebagai ibu kota negara hingga Keputusan Presiden mengenai pemindahan ibu kota diterbitkan. Di saat yang sama, pembangunan fisik IKN tetap berjalan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 dengan penganggaran yang diproyeksikan hingga 2028. Kedua kondisi tersebut membentuk arah baru pasar properti nasional yang semakin bertumpu pada faktor fundamental.
Berdasarkan Flash Report Juni 2026 by Rumah123, minat pencarian properti di Jakarta Pusat meningkat 1,0% secara tahunan (YoY), menjadi yang tertinggi secara nasional. Jakarta Selatan menyusul dengan kenaikan 0,6% YoY dan Jakarta Timur 0,2% YoY. Secara bulanan, Jakarta Barat mencatat kenaikan minat pencarian terbesar di Jabodetabek sebesar 1,2% MoM, diikuti Jakarta Selatan 0,9% MoM dan Jakarta Utara 0,6% MoM.

Grafik: Median Harga Rumah di DKI Jakarta berdasarkan luas bangunan rumah.
Sumber: Data internal Rumah123 (2026).
Pada segmen residensial, Jakarta Pusat juga mencatat pertumbuhan median harga rumah tertinggi secara nasional untuk rumah dengan luas bangunan di bawah 60 meter persegi. Median harga rumah pada segmen tersebut mencapai Rp900 juta atau meningkat 47,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Beberapa tahun terakhir muncul kekhawatiran bahwa perpindahan ibu kota akan mengurangi daya tarik Jakarta. Namun data menunjukkan bahwa Jakarta tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional. Selama aktivitas bisnis, lapangan kerja, dan infrastruktur utama masih terkonsentrasi di Jakarta, permintaan properti akan tetap terjaga,” kata Firman Pamungkas, VP Marketing Rumah123.
Firman menambahkan bahwa pasar properti saat ini semakin rasional dan berbasis fundamental. “Kami melihat investor maupun pencari rumah semakin fokus pada faktor-faktor mendasar seperti konektivitas, aksesibilitas, kualitas infrastruktur, dan potensi pertumbuhan nilai properti jangka panjang. Keputusan pembelian tidak lagi semata-mata didorong oleh sentimen, tetapi oleh kebutuhan dan prospek investasi yang lebih terukur.”
Penguatan Jakarta tidak hanya terlihat pada pasar residensial, tetapi juga pada sektor properti komersial. Tingkat okupansi perkantoran CBD Jakarta tercatat mencapai 76% dengan tarif sewa dasar rata-rata Rp212.000 per meter persegi per bulan. Tidak adanya tambahan pasokan gedung baru pada Q1 2026 turut mendukung stabilitas harga sewa dalam dua tahun ke depan.
“Data kami menunjukkan adanya pergeseran preferensi yang cukup jelas. Ketika minat pencarian properti di sejumlah wilayah Jakarta meningkat, Balikpapan justru mencatat penurunan proporsi pencarian sebesar 0,4% secara tahunan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin mempertimbangkan kepastian aktivitas ekonomi, akses lapangan kerja, dan kebutuhan hunian riil dalam mengambil keputusan properti,” ujar Marisa Jaya, Head of Research Rumah123.
Di sisi lain, pasar properti di Balikpapan, Samarinda, dan Penajam Paser Utara (PPU) sedang memasuki fase normalisasi setelah periode pertumbuhan yang didorong sentimen pembangunan IKN. Penundaan penerbitan Keputusan Presiden mengenai pemindahan ibu kota mendorong sikap wait-and-see di kalangan investor dan berdampak pada volume transaksi, meskipun harga properti secara umum masih relatif stabil.

Grafik: Penurunan Penjualan Rumah Baru di Balikpapan (YoY).
Sumber: Data internal Rumah123 (2026).
Di Balikpapan, penjualan rumah baru turun 55,6% secara tahunan pada kuartal pertama 2026. Penurunan terdalam terjadi pada segmen rumah tipe kecil yang turun 67,0% YoY, diikuti tipe besar yang turun 40,6% YoY dan tipe menengah 19,1% YoY.
Dari sisi pembiayaan, sekitar 78% transaksi residensial di Balikpapan masih bergantung pada fasilitas KPR. Perlambatan pertumbuhan kredit pemilikan rumah dari 5,26% menjadi 5,02% YoY turut menekan volume transaksi. Namun, kualitas kredit properti justru menunjukkan perbaikan, mengindikasikan bahwa pasar mulai didominasi oleh pembeli berbasis kebutuhan riil dibandingkan aktivitas spekulatif.
Sementara itu, Penajam Paser Utara menunjukkan dinamika yang berbeda. Sebanyak 86,2% pencari properti di wilayah ini masih mencari tanah kosong, mencerminkan keyakinan bahwa kawasan IKN tetap memiliki prospek investasi jangka panjang. Profil pencari properti didominasi kelompok usia 25-34 tahun dengan kontribusi signifikan dari DKI Jakarta, menunjukkan bahwa permintaan masih banyak berasal dari investor luar daerah.
“Koridor IKN tidak kehilangan daya tariknya. Yang terjadi saat ini adalah pergeseran karakter pasar dari fase yang didominasi ekspektasi menuju fase yang lebih selektif dan berbasis kebutuhan riil. Tingginya minat terhadap tanah di Penajam Paser Utara menunjukkan bahwa investor masih melihat potensi jangka panjang kawasan tersebut seiring berlanjutnya pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah,” tutup Marisa.
Ke depan, Rumah123 melihat Jakarta dan IKN akan memainkan peran yang saling melengkapi dalam peta properti nasional. Jakarta diperkirakan tetap menjadi pasar properti terbesar dan paling matang di Indonesia, sementara kawasan IKN dan wilayah penyangganya berpotensi berkembang sebagai pasar jangka panjang yang didukung pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi regional, dan proses perpindahan pemerintahan yang berlangsung secara bertahap.
Sebagai marketplace properti terdepan di Indonesia, Rumah123 akan terus menghadirkan data, informasi, dan solusi pencarian properti yang membantu masyarakat mengambil keputusan dengan lebih percaya diri. Sejalan dengan semangat #RumahUntukSemua, Rumah123 berkomitmen mendampingi setiap individu menemukan hunian maupun peluang investasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka, di mana pun lokasi dan tahap perjalanan propertinya. (Ril/).
