JAKARTA | JacindoNews – Rabu (30/09/2026). Menyambut satu bulan menuju penyelenggaraan Indonesian Dance Festival (IDF) 2026, tim IDF kembali terhubung dengan rekan-rekan media melalui sebuah pertemuan hangat di MataWaktu, ITC Fatmawati, Jakarta Selatan. Pertemuan ini menjadi ruang untuk berbagi perjalanan IDF selama lebih dari tiga dekade, memperkenalkan kembali visi festival, sekaligus membuka percakapan mengenai bagaimana tari kontemporer dapat terus menjangkau audiens yang lebih luas.
Dalam agenda tersebut, perwakilan IDF, Ratri Anindyajati, Kathalizsa, dan Kurnia Yaumil Fajar, berbagi mengenai perjalanan IDF sejak pertama kali diselenggarakan pada 1992. Tim IDF juga memaparkan sejumlah arsip fisik, mulai dari kliping media, album foto, hingga katalog festival dari berbagai edisi, yang memperlihatkan bagaimana perjalanan IDF tumbuh beriringan dengan media, komunitas, dan perubahan ekosistem tari kontemporer.
Tidak hanya membicarakan arsip, perjalanan, dan visi besar IDF, pertemuan ini juga membuka diskusi mengenai bagaimana tari kontemporer dapat masuk dan relevan dengan berbagai lini audiens saat ini. Percakapan berlangsung secara terbuka dan menyegarkan, melihat tari kontemporer bukan hanya sebagai ruang bagi pelaku seni, tetapi juga sebagai medium yang dapat mempertemukan masyarakat, komunitas, industri kreatif, hingga jejaring internasional.
Ratri Anindyajati, Direktur Indonesian Dance Festival, menyampaikan bahwa pertemuan dengan rekan media menjadi kesempatan untuk kembali terhubung, menyapa, dan memperkenalkan perjalanan IDF di tengah perubahan lanskap media dan audiens.
“Senang sekali bisa bertemu kembali dengan rekan-rekan media, menyapa, dan berkenalan lagi dengan berbagai perubahan yang terjadi hari ini. Pada penyelenggaraan 2024, IDF mendapat perhatian yang sangat baik, dan kami berharap tahun ini bisa kembali mendapat energi yang sama, bahkan lebih besar. Kami menyadari banyak hal telah berubah, dan justru karena itu kami ingin membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya,” ujar Ratri.
Selama lebih dari tiga dekade, IDF telah berkembang sebagai platform yang tidak hanya menghadirkan pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang pengembangan karya, pendidikan, riset, pengarsipan, serta pertukaran pengetahuan dan jejaring internasional dalam ekosistem tari kontemporer.
IDF 2026 akan menghadirkan beragam penampil dan program yang mempertemukan seniman Indonesia dengan seniman dari berbagai negara. Berbagai karya yang hadir membawa cerita dan perspektif mengenai tubuh, identitas, budaya, sejarah, hingga relasi manusia dengan lingkungan.
Kathalizsa, Festival Manager, menambahkan bahwa keberagaman seniman dan program menjadi bagian penting dari pengalaman yang ingin dihadirkan IDF 2026.
“Tahun ini akan banyak penampil dan program seru selama IDF 2026 berlangsung. Tidak cuma dari dalam negeri, namun penari dari mancanegara membawa banyak cerita melalui karyanya di IDF 2026.”, jelas Kathalizsa.
Sejumlah karya yang akan hadir antara lain karya baru Hartati untuk pertunjukan pembuka, karya Team Chiipro dari Jepang, Fangas Nayaw dari Taiwan, serta karya Densiel Lebang. IDF 2026 juga menghadirkan KAMPANA, ruang pengembangan artistik yang memberi waktu bagi karya untuk tumbuh melalui riset, percobaan, percakapan, dan perjumpaan. Tahun ini, KAMPANA mempertemukan proses pengembangan artistik dari sejumlah platform di Indonesia dan kawasan Asia-Pasifik.
Percakapan bersama media juga menyoroti pentingnya memperluas akses dan apresiasi terhadap tari kontemporer. IDF menyasar beragam kelompok pengunjung, mulai dari pelajar dan mahasiswa, kaum muda, profesional, ekspatriat, praktisi seni, seniman-budayawan, hingga masyarakat umum.
Kurnia Yaumil Fajar, Marketing Manager, menyampaikan, “Kami ingin banyak mendengar: bagaimana media melihat pembaca hari ini, bagaimana orang menemukan seni, dan apa yang membuat sebuah karya terasa dekat atau relevan bagi mereka. Ruang ini menyadarkan kami bahwa percakapan seperti ini penting agar festival terus bisa bertemu dengan publik yang beragam, dan agar seni, khususnya tari, dapat terasa lebih dekat bagi mereka.”
Semangat tersebut juga tercermin melalui berbagai program IDF, termasuk workshop/lokakarya yang membuka kesempatan bagi praktisi tari serta publik luas untuk mengalami tari kontemporer secara lebih dekat dan mendalam.
Indonesian Dance Festival 2026 akan berlangsung pada 29 Oktober-1 November 2026 di Jakarta, dengan rangkaian pertunjukan, workshop, diskusi, dan program pengembangan seniman yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki dan Komunitas Salihara.
Sebagai festival yang telah hadir sejak 1992, IDF terus menjadi bagian dari perjalanan ekosistem tari kontemporer Indonesia – menghubungkan seniman, publik, komunitas, institusi, dan jejaring internasional melalui karya serta pertukaran pengetahuan.
Melalui IDF 2026, publik diajak untuk tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi turut menemukan berbagai pertemuan baru: antara tubuh dan ruang, tradisi dan masa kini, Indonesia dan dunia, serta seni dan masyarakat yang lebih luas. Indonesian Dance Festival 2026 akan berlangsung pada 29 Oktober–1 November 2026 di Jakarta.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan rangkaian IDF 2026, ikuti @indonesiandancefestival di Instagram atau kunjungi indonesiandancefestival.id.
###
Tentang Indonesian Dance Festival
Indonesian Dance Festival (IDF) adalah festival tari kontemporer internasional dua tahunan yang didirikan di Jakarta pada tahun 1992 dan telah hadir selama lebih dari 30 tahun, menjadikannya salah satu festival tari kontemporer yang telah hadir selama lebih dari tiga dekade di kawasan Asia Tenggara. Diselenggarakan di bawah naungan Yayasan Loka Tari Nusantara (YLTN), IDF menjadi wadah presentasi karya bagi koreografer Indonesia dan berbagai negara sekaligus sebagai ruang bagi penciptaan, pengembangan, dan pertukaran percakapan seputar tari kontemporer.
Melalui pertunjukan, lokakarya, diskusi tari, dan berbagai program artistik lainnya, IDF mempertemukan seniman, penonton, komunitas, serta jejaring internasional dalam upaya memperkuat ekosistem tari kontemporer Indonesia. Setelah penyelenggaraan terakhir pada 2024, Indonesian Dance Festival kembali hadir pada 29 Oktober–1 November 2026 di Jakarta.
(Ril/).
