JAKARTA | JacindoNews – Dunia Pendidikan Indonesia setiap tanggal 2 Mei, kembali menundukkan kepala mengenang perjuangan Ki Hadjar Dewantara dan menegakkan dada menatap masa depan dunia pendidikan. Hari Pendidikan Nasional 2026 hadir di tengah dunia yang bergerak cepat.
Dimulai saat ini dengan AI di ruang kelas, krisis iklim di halaman sekolah, dan bonus demografi, semua hal tersebut menjadi tugas dan tanggung jawab di pundak kita. Pertanyaannya bukan lagi “apakah kita siap berubah”, tapi “seberapa berani kita memimpin perubahan di era percepatan digitalisasi? ”
Ada beberapa hal yang perlu kita singkapi :
Mengapa “Bermartabat, Melompat”?.
Bermartabat artinya pendidikan yang memanusiakan. Guru dihargai, murid didengar, kurikulum berpijak pada nalar dan nurani. Melompat artinya kita tidak cukup berjalan. Dengan teknologi, kolaborasi, dan keberanian bereksperimen, kita kejar ketertinggalan dan ciptakan keunggulan.
Tiga Komitmen Kita Tahun Ini.
– Guru Berdaya, Murid Merdeka.
Perkuat kompetensi guru dalam literasi digital, pedagogi berdiferensiasi, dan pendidikan karakter. Beri ruang bagi murid untuk bertanya, mencipta, dan gagal dengan aman. Karena sekolah hebat lahir dari guru yang terus belajar.
– Kelas Tanpa Sekat.
Perluas akses internet dan perangkat hingga ke 3T. Dorong program pertukaran pelajar vokasi, magang industri, dan kampus berdampak. Pendidikan tidak boleh berhenti di gerbang sekolah.
– Belajar Sepanjang Hayat.
Revitalisasi pendidikan nonformal: kursus, komunitas belajar, sertifikasi mikro. Usia bukan batas untuk mulai, dan ijazah bukan akhir dari belajar.
Ajakan untuk Semua.
Kepada pemerintah daerah, agar menjadikan APBD pendidikan sebagai investasi, bukan beban.
Untuk orang tua diperlukan lebih intens lagi pendampingan kepada anak, bukan menggantikan. Gawai boleh pintar, tapi teladan di rumah tetap utama.
Kepada generasi muda agar menggunakan AI untuk berpikir lebih tajam, bukan berpikir lebih pendek. Tanyalah “mengapa”, bukan hanya “apa”.
Kepada dunia usaha agar membuka pintu magang dan kurikulum berbasis proyek nyata. Lulusan siap kerja lahir dari dunia kerja yang ikut mengajar.
Penutup.
Semboyan pendidikan yang dikatakan tokoh Tokoh Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara: Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani, bisa menjadi pedoman kita bangsa Indonesia dalam memajukan pendidikan dan menciptakan para penerus bangsa yang berpendidikan, berakhlak dan bertaqwa.
Semangat itu tidak pernah kedaluwarsa. Pada 2 Mei 2026 ini, mari kita buktikan bahwa pendidikan Indonesia bukan hanya bertahan, tapi melompat. Dari ruang kelas ke ruang dunia. Dari menghafal ke mencipta. Dari bisa membaca ke bisa memimpin.
Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. “Terus belajar, terus berdampak. ”
**Jayanu : JacindoNews
