JAKARTA | JacindoNews.com – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Kasih Bangsa secara resmi menjalin kerjasama pemberian beasiswa pendidikan tinggi dengan Seniman Intelektual Betawi (SIB) bagi anggota dan keluarga besar organisasi SIB yang berada di Jakarta maupun yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kerjasama ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi perekonomian masyarakat Indonesia yang saat ini masih menghadapi tekanan dan kontraksi ekonomi.
Kondisi tersebut menyebabkan banyak keluarga harus menghadapi pilihan yang sulit, antara memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari atau melanjutkan pendidikan anak-anak mereka ke perguruan tinggi yang biayanya semakin mahal.
Melalui program kerjasama beasiswa ini, STIE Kasih Bangsa hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan tinggi dengan biaya terjangkau bahkan melalui program beasiswa penuh maupun bantuan pendidikan lainnya.
Hadir dalam acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Selasa 12 Mei 2026 di kampus STIE Kasih Bangsa segenap jajaran pengurus inti SIB diantaranya; Drs. Tahyudin Aditya (Ketua Umum), Bang Jalih Pitoeng selaku wakil ketua umum, Bang Mul, Jaya Kelana serta beberapa pengurus lainnya.
Dalam sambutannya, Tahyudin Aditya menyatakan gembira dengan kerjasama ini karena akan sangat membantu program kerjanya yang akan meningkatkan kesejahteraan anggota dan keluarganya.
“Untuk meningkatkan kesejahteraan, jalannya hanya satu, yaitu pendidikan,” tegasnya.
Ketua Umum SIB bersama pimpinan STIE Kasih Bangsa berharap kerjasama strategis ini dapat menjadi jalan keluar bagi anggota dan keluarga besar SIB untuk memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik selama periode kerjasama tahun 2026–2031.
STIE Kasih Bangsa yang dikenal sebagai kampus beasiswa di Jakarta yang secara konsisten membantu masyarakat Indonesia yang mengalami keterbatasan ekonomi, agar tetap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Jalih Pitoeng yang juga hadir dalam acara tersebut mengungkapkan rasa terimakasihnya pada pihak STIE Kasih Bangsa atau kerjasama tersebut.
“Kami sangat bersyukur sekaligus berterimakasih kepada STIE Kasih Bangsa atas kerjasama yang sangat mutualistis ini,” ungkap Jalih Pitoeng, Selasa (12/05/2026).
Menurutnya, bangsa yang maju adalah bangsa yang memperhatikan sekaligus meningkatkan mutu pendidikan bagi rakyatnya.
“Pendidikan itu adalah kewajiban negara atas perintah undang-undang. Akan tetapi, mencerdaskan bangsa itu merupakan kewajiban kita bersama,” sambung Jalih Pitoeng.
“Oleh karena itu, melalui kerjasama ini, kita telah berperan aktif mengamalkan amanat undang-undang Dasar 1945 sebagai landasan berbangsa dan bernegara,” Jalih Pitoeng mengingatkan.
Diketahui saat ini STIE Kasih Bangsa memiliki dua program studi, yaitu program studi (Prodi) Manajemen dan Prodi Akuntansi. Kedua program studi tersebut telah terakreditasi Baik Sekali.
Selain itu, saat ini STIE Kasih Bangsa juga sedang dalam proses pengajuan perubahan bentuk institusi menjadi Institut Teknologi dan Bisnis Kasih Bangsa (ITB Kasih Bangsa).
Usulan perubahan bentuk institusi ini sedang diajukan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi dan diharapkan dapat terealisasi pada tahun 2027 mendatang.
Beberapa program studi baru akan segera hadir melengkapi profil akademik ITB Kasih Bangsa, sehingga selengkapnya akan meliputi:
*Program Sarjana (S1)*
1. Manajemen
2. Akuntansi
3. Bisnis Digital
4. Hukum Bisnis
5. Teknik Informatika
6. Sistem Informasi
7. D4 Pengobatan Tradisional Tiongkok
*Program Pascasarjana (S2)*
1. Magister Manajemen
2. Magister Akuntansi
Pimpinan STIE Kasih Bangsa menyampaikan bahwa pendidikan merupakan investasi masa depan bangsa dan tidak boleh terhambat hanya karena keterbatasan biaya.
Oleh karena itu, kampus beasiswa STIE Kasih Bangsa akan terus memperluas jaringan kerjasama dengan berbagai organisasi masyarakat, komunitas, dan lembaga sosial demi membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.(JNews)
