JAKARTA | JacindoNews – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah diperingati oleh umat Islam di Indonesia dengan melaksanakan pemotongan hewan kurban di beberapa tempat. Pemotongan hewan kurban sebagai salah satu kewajiban umat Islam dalam menjalankan ibadah bagi mereka yang diberikan kesempatan dan kemampuan dalam menyiapkan hewan kurban yang nantinya dibagikan kepada para masyarakat yang membutuhkan.

Hal inilah yang dilakukan juga oleh Persatuan Tarbiyah Islamiah (PERTI), merupakan organisasi Islam yang tertua di Indonesia setelah Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Acara pemotongan hewan kurban dilaksanakan pada hari Kamis (28/05/2026), dimulai pukul 09.30 WIB, bertempat di kantor sekretariat Tarbiyah Islamiah, jalan Paseban, Jakarta Pusat.

Jumlah hewan kurban antara lain 3 ekor sapi dan 1 ekor kambing.

Hadir dalam acara tersebut ketua umum PERTI H.M. Syarfi Hutauruk. Kepada media M Syarfi menjelaskan Tarbiyah Islamiyah kembali menyelenggarakan pemotongan hewan kurban di tahun 2026.

“Pemotongan hewan qurban ini setiap tahun kita laksanakan. Tahun ini kami ada 3 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Salah satu sapinya berasal dari Presiden RI Prabowo Subianto dengan bobot sapi 1.1 ton dan sapi dengan bobot 800 kilogram dari Dewan Pembina kita, H. Oesman Sapta, ” ujarnya.

M Syarfi menceritakan mengenai organisasi Tarbiyah Islamiyah adalah sebuah organisasi kemasyarakatan Islam tertua dan terbesar di Indonesia setelah NU dan Muhammadiyah.

“Tarbiyah Islamiyah lahir pada 5 Mei 1928  di Bukittinggi, Sumatera Barat. Sama dengan NU dan Muhammadiyah, para pendirinya adalah para ulama sama-sama lulusan di Mekah. Sama dengan NU dan Muhammadiyah yang bergerak di bidang pendidikan, Tarbiyah Islamiyah bergerak di lembaga pendidikan Madrasah, ikut membantu perjuangan di bidang pendidikan di Indonesia, ” jelasnya.

Untuk hari raya Idul Adha tahun ini, daging kurban disalurkan ke lingkungan jamaah Tarbiyah Islamiyah di wilayah Jabodetabek, juga lingkungan RW dan RT sekitar kantor sekretariat.

“Semoga bapak Presiden RI Prabowo Subianto dan Bapak pembina H. Oesman Sapta diberikan nikmat dari Tuhan sehat kepada dan keluarga sekalian, ditambahkan rezeki oleh Allah dan kemudian berkah hidupnya di waktu yang akan datang, ” harapnya. (Jn).

By Admin

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!